Doa Niat Puasa Tata Cara Bacaan Sholat

Ucapan Menjenguk Bacaan Doa Untuk Orang Sakit Parah Mendoakan Dari Jauh

Doa sakit adalah salah satu bacaan untuk memohon agar lekas sembuh yang sangat penting untuk di pahami oleh setiap orang sama seperti doa qunut dan sejenisnya, sebab pasti suatu saat akan di butuhkan karena yang namnaya makhluk hidup tidak akan lepas dari dua keadaan pertama sehat dan kedua sakit. Memang jika di pikir secara sepintas antara sakit dan doa tidak ada hubungannya, sebab apabila seseorang sedang sakit maka bagiannya dokter dan obat atau pihak rumahsakit sebagai sarana perawatan. Akan tetapi jika di lihat dari sisi hakikat, obat dan dokter bukanlah segalanya karena adanya sakit berasal dari yang maha memiliki penyakit tersebut maka hanya kepada dialah memohon kesembuhannya dengan cara berdoa.

Adapun dokter dan obat hanyalah sebagai perantara dimana allah swt mewajibkan hambanya untuk berikhtiar dalam semua hal termasuk ketika sakit, adapun yang menentukan sukses atau tidaknya apa yang di iktiarkan it semua urusan allah swt. Tidak ada satu pun makhluk di dunia ini yang bisa menyembuhkan sebuah penyakin baik itu kondisinya parah atau ringan tanpa seizin allah, dalam arti meskipun semahal apapun biaya yang di keluarkan untuk berobat ke dokter terhebat, apabila tuhan belum mengizinkan untuk kesembuhannya tetap dia tidak akan sembuh, dalam hal ini sudah banyak sekali contoh yang nyata di mana banyak orang-orang yang berobat hingga ke luar negeri tapi tidak kunjung juga sembuh dan ada juga yang sebaliknya padahal penyiknya sama, misalnya.

Jadi pernyataan di atas memberi kesimpulan bahwa antara berusaha atau berobat ke dokter dan berdoa memohon kesembuhan kepada allah adalah dua perkara berbeda namun hakikatnya satu, dalam arti sama-sama pentingnya. Perihal seperti ini tidak hanya terjadi saat sakit saja namun harus senantiasa di amalkan dalam semua aktivitas dan peribadahan misalnya saat seseorang emiliki hajat tertentu yang mendesak, maka selain di wajibkan untuk berusaha sekuat tenaga dengan keahliannya juga di anjurkan untuk melakukan doa sholat hajat serta sholatnya dan begitu dalam aktivitas llainnya, karena di sadari atau tidak peran dari doa ini sangatlah penting dan hasilnya cukup luar biasa.

Ucapan Menjenguk Doa Untuk Orang Sakit Parah Mendoakan Dari Jauh

Bahkan berdoa memohon kesembuhan tidak hanya harus di lakukan oleh mereka yang sedang sakit saja, tetapi saudara di sekitarnya juga di anjurkan untuk mendoakan hingga menjenguk orang sakit atau mendoakannya dari jauh apabila tidak bisa datang menjenguknya. Dan yang lebih menarik lagi ternyata dalam beberapa keterangan terdapat sebuah keistimewaan bahwa orang yang menjenguk juga bisa minta di doakan oleh orang yang sedang sakit, bahkan doanya dii ibaratkan seperti para malaikat dalam arti akan memungkinkan lebih cepat terkabul. Memang secara logika pun bisa sangat di mengerti karena umumnya orang yan sedang sakit apalagi parah akan lebih sering ingat kepada allah swt dan lebih sering berdzikir mendekatkan diri kepada yang maha kuasa.

Dari sinilah sebabnya kami merasa terinspirasi ingin membahas bagaimana bacaan daro doa orang sakit, tujuannya agar jika di antara saudara pembaca ada yang belum mengetahuinya secara lengkap bisa langsung menghafal dan mengamalkannya dengan baik. Sebaiknya jangan menunggu sakit dulu baru mencarinya, tetapi persiapkan hafalan doa ini dari sekarang karena pasti suatu saat
semua orang ttidak akan bisa menghindari yang namanya penyakit enatah apa itu penyebabnya, karena datangnya rasa sakit kebanyakan tidak di ketahui kapan dan dari apa secara nyata, silahkan cermati dengan baik hingga hafal.

Ucapan Menjenguk Doa Untuk Orang Sakit Parah Mendoakan Dari Jauh

Meskipun pembahasan atau tulisannya cukup singkat dan hanya sekilas saja bahkan tanpa di sertai keterangan atau dalil hadits, tetapi meskipun begitu mudah-mudahan saja adanya doa orang sakit ini menjadi sebuah dorongan untuk kita umat islam agar senantiasa mengamalkan doa, sebab ada pepatah yang mengatakan bahwa doa senjatanya orang muslim, sehinga sudah tidak perlu lagi di ragukan tentang khasiatnya. Silahkan cermati sebuah yang ada hubungannya dengan ucapan menjenguk doa untuk orang sakit parah mendoakan dari jauh sesuai sunnah ibu yang sedang sakit dan lain sebagainya.

Bacaan Doa Iftitah Pendek Yang Betul Allahumma Baid Dan Artinya

Dalam melaksanakan ibadah sholat wajib lima waktu atau sunnah, terdapat serangkaian bacaan yang apabila di bacakan bisa menambah pahala dan jika tertinggal tidak merubah pada hukum sholat itu sendiri salah satunya yaitu membaca doa iftitah. Meskipun tidak termasuk pada rukun, doa iftitah ini di anjurkan untuk di baca setiap sholat baik dalam sholat wajib atau ketika mengerjakan sholat sunnah.

Di sadari atau tidak, ada banyak orang mulai mempertanyakan mengapa bacaan ini di beri nama dengan doa iftitah? jawabannya sebab menjadi doa pembuka pada sholat yang di bacakan setelah takhbiratul ikhram sebelum membaca surat fatihah. Dalam setiap sholat, iftitah ini hanya di lakukan satu kali saja yaitu pada waktu tersebut sebelum membaca fatihah selanjutnya tidak ada lagi iftitah hingga sholat selesai.

Adapun mengenai bacaan dari doa iftitah ini cukup bervariasi, dalam arti memiliki beberapa versi bacaan yang umum di amalkan oleh masyarakat. Meskipun jenis kalimatnya berbeda tujuan dari doa tersebut tetap sama dan keduanya sangat baik di amalkan, tidak ada satu jenis pun doa iftitah yang jelek, kendati demikian masyarakat saat ini tetap ingin yang memiliki sumber, termasuk dalam hal mengenai bacaan doa iftitah ini.

Bacaan Doa Iftitah Pendek Yang Betul Allahumma Baid Dan Artinya

Setidaknya ada 2 jenis bacaan doa iftitah yang sering di amalkan oleh masyarakat setiap sholat 5 waktu, keduanya tersebut berbeda dengan doa sholat dhuha atau jenis doa lainnya. Bagi kalian yang ingin menghafal kedua doa tersebut maka silahkan untuk di lihat bacaannya di bawah ini dan jangan bertanya mana yang paling baik karena keduanya sangat baik di amalkan dan di namai dengan doa iftitah dalam sholat.

Bacaan Doa Iftitah Allahumma Baid

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ

Artinya : Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin.

Bacaan Doa Iftitah Kabiro

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. إِنِّىْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ.

Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.

Artinya : Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim).

Sebenarnnya untuk memahami seputar doa iftitah yang benar, akan sangat banyak sekali pembahasan yang harus di jelaskan secara terperinci. AKan tetapi halaman ini khusus di berikan hanya untuk sekedar memberikan bacaannya saja agar yang belum mengetahui bisa langsung menghafalnya dengan baik dan di amalkan. Pada halaman lain akan di bahas seputar tata cara sholat termasuk doa-doa dan bacaannya secara lengkap.

Dzikir Doa Setelah Sholat Dhuha Lengkap Tata Cara Dan Manfaatnya

Dzikir Doa Setelah Sholat Dhuha Lengkap Tata Cara Dan Manfaatnya - Ada waktu di mana salah seorang dari umat muslim akan mendapatkan banyak keberkahan jika pada waktu tersebut di isi dengan kebaikan yang telah di perintah yaitu dhuha. Pagi hari menjelang siang adalah saat untuk memulai segala aktivitas harian, keberhasilan hari tersebut di tentukan dari awal waktu bekerja yaitu pagi hari, itulah mengapa pada pagi hari menjadi waktu di unggulkan bahkan termasuk untuk di isi dengan ibadah misalnya sholat sunnah dhuha 2 atau 4 rakaat dan seterusnya.

Keberadaan sholat dhuha yang dilakukan pada pagi hari menjelang siang banyak di kaitkan dengan rezeki di mana masyarakat meyakini sholat dhuha ini memiliki keutamaan sebagai penarik rezeki dan kekayaan, siapa saja yang rutin melaksanakan dhuha akan selalu di cukupkan rezeki dan lancar perekonomiannya. Padahal nyatanya tidak sebatas itu saja tetapi pada sholat dhuha tersimpan banyak sekali manfaat luar biasa yang bisa dengan mudah di dapat oleh orang yang senantiasa mengerjakan sholat sunnah ini tiap hari tanpa tertinggal baik manfaat yang berkaitan pahala ibadah hingga manfaat yang berkaitan dengan kehidupan dunia.

Yang dimaksud dengan dawam di atas bukan melaksanakan sholat dhuha hanya 2 atau 3 kali saja, harus selamanya tidak pernah meninggalkan sholat ini meski hanya cuma mengerjakan 2 rakaat saja. Apakah yakin dengan secara dawam mengerjakan dhuha setiap hari disertai ikhlas karena allah akan di kabulkan semua kebutuhan serta di cukupkan rezeki?. Tentunya sangat yakin sebab pernyataan ini langsung di muat dalam beberapa keterangan hadits shahih yang tidak mungkin ada kebohongan sedikit pun.

Doa Mustajab Sholat Dhuha Lengkap Tata Cara Bacaan Niat Waktu Dan Manfaatnya

Keutamaan sholat sunnah dhuha yang selalu diakhiri dengan doa sholat dhuha sudah sangat populer di kalangan masyarakat, bahkan apabila mendengar cerita-cerita dari orang sukses, ternyata mereka tida pernah meninggalkan sholat ini meski dalam keadaan sibuk. Serta yang paling menarik lagi orang yang mengerjakan sholat dhuha dengan rutin tidak hanya sebatas di cukupkan dalam hal duniawi tetapi seakan di sertai dengan keberkahannya yang mana sekaligus harta yang di dapat memberikan ketenangan jiwa dan pikiran.

Akan tetapi dalam sebuah ibadah baik itu yang hukumnya wajib atau sunnah tidak bisa di laksanakan dengan cara sembarangan apabila ingin di anggap sempurna oleh allah swt. Tetapi harus benar-benar mengetahui dan mengerjakan tata cara yang tepat, dalam arti syarat dan rukun harus terpenuhi serta khusu atau berkonsentrasi hanya ingat dan karena allah semata, dan untuk tata caranya akan kami ulas sedikit di bawah ini.

1. Waktu Sholat Dhuha

Adapun mengenai waktu dari pelaksanaan shalat dhuha ini yaitu di kerjakan sesudah terbit matahari serta akhir watunya saat menjelang masuk waktu dhuhur. Namun setelah kami membaca dan mencari dari beberapa sumber, ternyata dalam hal waktu sholat dhuha ternyata ada yang lebih di utamakan yaitu sepertiga awal dari keseluruhan waktu dhuha, apabila di perkirakan pada jam indonesia kira-kira kurang lebih jatuh pada pukul 9 pagi hari.

2. Jumlah Rakaat Sholat Dhuha

Selanjutnya untuk mengenai jumlah rakaat pada shalat dhuha dikerjakan sebanyak 2 rakaat hingga 12 rakaat dengan masing-masing satu kali salam 2 rakaat menurut masyhur para ulama meski ada juga yang berpendapat bisa satu kali salam 4 rakaat. Apabila merasa keberatan mengerjakan dhuha dengan rakaat yang banyak mungkin karena hati masih belum sepenuhnya ikhlas terhadap ibadah, maka 2 rakaat pun lebih baik dari pada tidak sama sekali.

3. Tata Cara Sholat Dhuha

Niat Sholat Dhuha

Bacaan Niat Sholat Dhuha

Untuk mengenai tata cara sholat dhuha, pada dasarnya sama dengan sholat pada umumnya yaitu di awali dengan niat ketika takhbirotul ikhram dan di akhiri salam tiap 2 rakaat. Bahkan dalam bacaan surat setelah fatihah pun bebas membaca surat yang sudah di pahami, namun apabila melihat dari keutamaan di anjurkan untuk memakai surat Wasysyamsi wadhuhaahaa pada rakaat pertama dan surat Al-Lail. Dan untuk rakaat seterusnya boleh apa saja atau atau di ulang lagi surat yang tadi.

a. Membaca niat diatas ketika takhbiratul ihram cukup di dalam hati saja

b. Takbiratul Ihram Bersamaan Dengan Niat

c. Membaca doa iftitah

d. Membaca Surat Al-Fatihah

e. Membaca Salah Satu surat Dari Al-Qur'an

F. Ruku Sambil membaca bacaannya

g. 'itidal atau berdiri dari ruku sambil membaca bacaannya

h. Sujud sambil membaca bacaannya

i. Duduk diantara 2 sujud

j. Sujud Lagi sambil membaca bacaannya

k. Berdiri Untuk Melakukan rakaat kedua

l. Pada rakaat kedua tidak perlu membaca doa iftitah namun langsung pada bacaan fatihah dan lakukan tata cara dari A hingga K secara tertib. Kemudian nanti di tutup dengan Tahiyat atau tasyahud sambil membaca bacaan doanya, dan di lanjut salam sambil menengok ke kanan dan kiri.

Sampai di sini maka panduan tata cara sholat sudah selesai di kerjakan dan apabila mau melaksanakan yang 4 hingga 12 rakaat maka ulangi semua tata cara di atas dengan masing-masing 2 rakaat.

4. Doa Sholat Dhuha

Sesudah selesai mengerjakan sholat dhuha baik itu yang 2 rakaat, 4 atau 12 rakaat maka di akhiri dengan bacaan doa khusus setelah dhuha. Atau sebelum berdoa boleh juga membacakan terlebih dhaulu dzikir-dzikir khusus misal istighfar, tahlil, tasbih, tahmid dan yang lainnya. Untuk bacaan doa selengkapnya bisa langsung lihat hafal dan cermati dengan baik di bawah ini agar bisa dengan benar di amalkan.

Rakaat Tata Cara Dzikir Doa Setelah Sholat Dhuha Lengkap Keutmaannya

Mohon maaf apabila pembahasan pada tulisan ini hanya sebagian besar menyajikan doa sholat dhuha saja tidak di bahas dengan secara detail. Mungkin kami akan kembali pada kesempatan denga memberika tulisan yang lebih lengkap. Silahkan anda pelajari semua yang tercantum pada rakaat tata cara dzikir doa sholat dhuha lengkap keutmaannya latin mp3 rahasia 4 rakaat tahajud pdf artinya yusup mansur ldii dan lain sebagainya.

Download Bacaan Doa TahlilArwah Susunan Pendek Lengkap Singkat Ringkas Bahasa Arab

Susunan Doa Tahlil Dan Yasin – Tahlil atau tahlilan adalah rutinitas yang selalu di lakukan oleh sebagian besar masyarakat muslim ketika ada saudara atau tetangganya yang meninggal dunia dengan tujuan untuk mendoakan arwah yang baru meninggal atau yang sudah lama meliputi karuhun dan nenek moyang serta para guru yang sudah lebih dulu meninggalkannya, terutama aktivitas ini banyak di lakukan oleh mereka yang tergabung dalam mayoritas warga nahdlatul ulama (NU) yang merupakan salah satu organisasi keisalaman terbesar di indonesia.

Tahlilan sudah menjadi pekerjaan umum yang biasa di lakukan oleh kalangan umat islam saat ada yang meninggal dan ketika ada suatu acara khusus dengan membacakan serangkaian susunan doa talil dan bacaan-bacaan lainnya seperti sebagian surat dalam al-qur'an, tahlil, takbir dan tahmid serta istighfar yang biasanya di awali tawasul khusushan untuk arwah kubur, aerta bacaan ini juga di jadikan amalan ketika berziarah ke makam.

Memang tidak bisa di pungkiri bahwa dalam permasalahan tahlil terjadi perbedaan pendapat, ada di antaranya yang tidak membolehkan hingga sebagiannya menghukumi bid'ah dh alalah dan ada juga yang berpendapat baik untuk di amalkan. Bahkan permasalahan dari tahlil ini sering menjadi perdebatan panas di kalangan para pemuka agama antra yang pro dan kontra. Akan tetapi keluar dari itu, sebaik umat yang baik hendaklah menyikapi perbedaan sebagai hikmah.

Download Cara Bacaan Susunan Doa Tahlil Dan Surat Yasin Lengkap

Apalagi bagi yang tidak melaksanakan sebaiknya jangan megecam orang mengerjakan sebagai ahli dhalalah apalagi sampai mengkafirkan, sebab pada dasarnya setiap masing-masing memiliki dasar hukum yang kuat. Jika bisa menggali lebih dalam sejauh mana makna yang ada pada tahlil, maka pasti setiap orang akan memahami, serta tidak akan mau menyalahkan orang yang mengerjakan tahlilan, jadi sebaiknya pahami dulu hingga sampai kedasarnya baru kita menghukumi.

Tujuan tahlil adalah mendoakan orang yang sudah meninggal atau arwah, dengan harapan semoga amal bacaan dari kalimat-kalimat yang di bacakan pada tahlil tersebut sampai ke mayit yang di doakan, tentu hal ini senada dengan banyak keterangan yang menganjurkan untuk selalu mendoakan umat mukmin dan mukminat. silahkan bagi belum paham tentang tahlil apa dasar hukum dalil haditsnya, kaji lagi lebih dalam agar benar-benar paham dengan baik.

Pembahasan ini bukanlah untuk membahas tentang keseluruhan atau perbedaan perdapat dari tahlil, karena nanti ada waktu yang lebih pas atau di halam lain akan kami coba gali lebih dalam lagi seputar hal yang berkaitan dengan rutinitas umat islam tersebut, termasuk pendapat dari kalangan empat madzhab syafi'i, maliki, hanbali dan hanafi. Di halaman ini cukup menulis tentang susunan dari acara tahlilan atau bacaannya.

Susunan Doa Tahlil Dan Yasin

إلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْفَاتِحَةْ
ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَاْلأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَاْلعُلَمَاءِ وَاْلمُصَنِّفِيْنَ وَجَمِيْعِ اْلمَلاَئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ اَلْفَاتِحَةْ
ثُمَّ إليَ جَمِيْعِ أَهْلِ اْلقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا اَبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادَنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخَنَا وَمَشَايِخَ مَشَايِخِنَا
وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ وَخُصُوْصًا......... اَلْفَاتِحَةْ

سْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَد
لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ * مِن شَرِّ مَا خَلَقَ * وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ *
وَمِن شَرِّ النَّفَّـثَـتِ فِى الْعُقَدِ * وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّين أمِينْ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. الم ذَلِكَ اْلكِتَابُ لاَرَيْبَ فِيْهِ هُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ. اَلَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُوْنَ.وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْاخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ. اُولئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَاُولئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ. وَإِلهُكُمْ إِلهُ وَاحِدٌ لاَإِلهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمنُ الرَّحِيْمُ اللهُ لاَ إِلَهَ اِلاَّ هُوَ اْلحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَتَأْخُذُه سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ. لَهُ مَافِى السَّمَاوَاتِ وَمَافِى اْلأَرْضِ مَنْ ذَالَّذِى يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَيُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَلاَ يَؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ. لِلّهِ مَافِى السَّمَاوَاتِ وَمَا في اْلأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوْا مَافِى أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللهِ فَيُغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ. وَاللهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. امَنَ الرَّسُوْلُ بِمَا أُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَبَّهِ وَالْمُؤْمِنُوْنَ. كُلٌّ امَنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَنُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. لاَيُكَلِّفُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَاكَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَااكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَتُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَ أَوْ أَخْطَعْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَطَاقَةَ لَنَا بِه

وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا 7
أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. إِرْحَمْنَا يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ 7

أللّهمّ اصْرِفْ عَنَّا السُّوْءَ بِمَا شِئْتَ وَكَيْفَ شِئْتَ إِنَّكَ عَلَى مَاتَشَاءُ قَدِيْرُ 3

وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ إِنَّهُ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. إِنَّمَا يُرِيْدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًا. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمَا.

أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ نُوْرِ الْهُدَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ. عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ.

أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ شَمْسِ الضُّحَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْعَدَدَ
مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ

أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ*الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ بَدْرِ الدُّجَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ. عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ.

وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ سَادَتِنَا أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ. وَحَسْبُنَا الله وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم 3

أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ مَوْجُوْدٌ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ مَعْبُوْدٌ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ بَاقٍ ,

اَإِلهَ إِلاَّ اللهُ 100
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ نَبِيُّ الله
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ يَارَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ

سبحَانَ الله وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ 33
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ أَجْمَعِيْنَ. الفاتحة

Setelah membaca rangkaian kalimat-kalimat di atas mulai dari tawasul khusushan hingga hingga falaq binas, maka untuk selanjutnya bisa langsung dengan membaca surat yasin. Atau surat yasin juga bisa di bacakan nanti sesudah membaca doa tahlil, jadi letak membaca dari surat yasin ini bisa sesudah bacaan tawasul di atas atau bisa juga setelah selesai membaca doa tahlil, yang mana bacaan doanya sebagai berikut.

Doa Tahlil

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ.

اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلاَوَّلِيْنَ.
وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلآخِرِيْنَ.
وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ.

وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى الْملاَءِ اْلاَعْلَى اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللهُمَّ اجْعَلْ وَاَوْصِلْ وَتَقَبَّلْ مَا قَرَأْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَمَا قُلْنَاهُ مِنْ قَوْلِ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَمَا سَبَّحْنَا اللهَ وَبِحَمْدِهِ.

وَمَا صَلَّيْنَاهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِئْ هَذَا الْمَجْلِسِ الْمُبَارَكِ هَدِيَّةً وَّاصِلَةً وَّرَحْمَةً نَّازِلَةً وَّبَربكَةً شَامِلَةً وَصَدَقَةً مُتَقَبَّلَةً نُقَدِّمٌ ذَالِكَ وَنُهْدِئهِ اِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ اَعْيُنِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَاِلَى جَمِيْعِ اِخْوَانِهِ مِنَ اْلاَنْبِيَاءِ وَالْمُرَْلِيْنَ، وَاْلاَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاِءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلَصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا اِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلاَنِى.

وَخُصُوْصًا اِلَى حَضْرَةِ رُوْحِ (sebut nama yang meninggal)

ثُمَّ اِلَى جَمِيْعِ اَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا اِلَى آبَائِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَاَجْدَاتِنَا وَجَدَّاتِنَا وَنَخُصُّ خُصُوْصًا اِلَى مَنِ اجْتَمَعْنَا هَاهُنَا بِسَبَبِهِ وَِلاََجْلِهِ. اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اَللهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلَى اَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ اَهْلِ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَةُ.

Sampai di sini, maka rangkaian atau susunan dari bacaan doa tahlil dan yasin sudah selesai, adapun jika mau menambahkan bacaan lainnya maka boleh saja asal masih ada hubungannya dengan tahlilan, seperti tawasulnya di perbanyak meliputi para wali, dan orang-orang shalih sebagaimana banyak di amalkan oleh para ulama. tulah sedikit dari ulasan mengenai download cara bacaan susunan doa tahlil dan surat yasin lengkap, siahkan di pelajari dengan baik agar nanti bisa di amalkan pada waktunya.

Susunan Bacaan Doa Tahlil Dan Yasin Tahlilan Orang Meninggal Tawasul Singkat Lengkap

Pengertian Tahlilan adalah sebuah rutinitas ritual amaliah umat islam indonesia yang di lakukan ketika ada keluarga atau saudara mereka yang meninggal dunia, di kerjakan selama 1 sampai 7 hari, 40, 100 hingga hari ke 1000. Aktivitas dari tahlil ini sudah sejak lama membudaya di sebagian masyarakat serta di anggap sebagai amalan yang baik untuk di lakukan setiap ada orang meninggal dari kalangan umat islam dan mereka warga nu sangat memegang erat amalan ini karena melihat kebaikan dan manfaat besar yang ada pada acara pelaksanaan tahlilan tersebut.

Tujuan dari tahlilan dari lihat dari sisi amaliah tentu memiliki maksud untuk mendoakan arwah almarhun orang yang sudah meninggal dunia dengan di bacakannya kalimat-kalimat tahlil tasbih dan tahmid sholawat nabi dan bacaan al-qur'an surat yasin membaca yasin dan tahlil memohon kepada allah agar arwah di terima di sisinya serta di ampuni segala dosanya. Hal ini tentunya di perintah dalam agama bahwa harus saling mendoakan satu sama lain bahkan meski mereka sudah tidak ada di dunia ini serta di contohkan oleh nabi mendoakan mereka yang ada dalam kubur.

Sedangkan tujuan lain dari tahlilan ini dari sisi kemanusiaan adalah untuk menumbuhkan solidaritas antar sesama umat yang akan menumbuhkan rasa saling menghormati. Siapa orangnya yang tidak merasa bahagia apabila dia sedang dalam keadaan hati terpuruk karena di tinggal salah satu keluarga yang di cintai, lalu orang-orang menghiburnya dengan perkataan-perkataan baik berupa doa. sehingga aktivitas seperti ini sudah pasti bisa menumbuhkan rasa persatuan antara satu dengan yang lain, maka hal seperti ini harus tetap di jaga dengan baik jangan sampai hilang.

Susunan Bacaan Doa Tahlil Dan Yasin Tahlilan Tawasul Singkat Lengkap

Ada sebagian kecil masyarakat yang menganggap bahwa hukum tahlilan ini haram atau bid'ah dengan alasan karena bukan ajaran islam dan tidak ada dari nabinya, bahkan pernyataan sama juga mereka ungkapkan pada tradisi maulid nabi saw. Memang bahwa tradisi ini merupakan budaya umat islam indonesia yang di awali oleh para wali allah dalam menyebarkan agama islam di nusantara, dengan tidak menghilangkan budaya pra-islam umat-umat non islam mampu di tarik dan di islamkan, sehiingga hingga saat ini agama islam masih tetap tegak dan jaya di negara tercinta indonesia.

Sedangkan dari sisi hukum tahlilan sendiri tidaklah haram sebab acara tahlil tidak keluar dari syariat islam contoh seperti mendoakan orang meninggal dunia dengan bacaan al-qur'an di perintah dan ada dalilnya, begitu juga dengan berkumpul dan memanjatkan doa ini juga sama ada dalilnya. Kemudian memberikan makanan dengan tujuan shadaqoh jelas ada dalil hadits dan al-qur'annya seperti ketika nabi menyruh sehabat untuk memberikan makanan kepada keluarga ja'far dan orang-orang di perintah allah untuk bershadaqoh baik dalam keadaan lapang atau sempit.

Sehingga dapat di simpulkan bahwa tidak ada keharaman dalam acara tahlilan ini, bahkan ternyata bahwa orang yang suka tahlil telah mengamalkan al-qur'an dan hadits yaitu dari sisi mendoakan orang meninggal dan bab shadaqoh. Kedua hal ini yaitu saling mendoakan dan shodaqoh tidak terbatas ruang lingkup harus di lakukan dalam berbagai hal baik ketika dalam keadaan lapang atau sempit, orang yang datang tahlil mereka mendoakan dan pribumi di persilahkan jika ingin memberikan makanan dengan niat bershadaqoh, jika pun tidak tidak menjadi masalah bahkan tidak di permasalahkan.

Memang jika sudah membahas mengenai masalah tahlilan akan banyak hal yang di bicarakan terutama yang berkaitan dengan antara yang setuju dan tidak, semoga saja kita bisa memilih yang terbaik dan membedakan antara benar dan salah dengan ilmunya bukan penafsiran logika manusia. Sekarang langsung dengan mengahafal semua bacaan doa tahlil singkat yang akan coba kami tulis dengan lengkap. Bacaan susunan tahlil khusushan ini bisa di amalkan ketika acara tahlil orang meninggal, acara mingguan malam jum'at atau ketika sedang ziarah kubur orang tua dan para wali.

Bacaan Tawasul Khusushon Tahlil

إلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (اَلْفَاتِحَة)
ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَاْلأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَاْلعُلَمَاءِ وَاْلمُصَنِّفِيْنَ وَجَمِيْعِ اْلمَلاَئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدنَا شَيْخِ عَبْدِ اْلقَادِرِ الجَيْلاَنِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ (اَلْفَاتِحَة)
ثُمَّ إلَى جَمِيْعِ أَهْلِ اْلقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ إلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا أبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادَنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخَنَا وَمَشَايِخَ مَشَايِخِنَا وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ وَخُصُوْصًا (Nama arwah yang dikirimi hadiah tahlil) (اَلْفَاتِحَة)
بـــِــــسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ * اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَد * وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَد
لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ
بــــــِـسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ * مِن شَرِّ مَا خَلَقَ * وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ * وَمِن شَرِّ النَّفَّـثاتِ فِى الْعُقَدِ * وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ
بــِـــــسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ * مَلِكِ النَّاسِ * إِلَهِ النَّاسِ * مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ * الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ * مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ * مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ * إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ * اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّين. أمِينْ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. الم. ذلِكَ اْلكِتَابُ لاَرَيْبَ فِيْهِ هُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ. اَلَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُوْنَ. وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْاخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ. اُولئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَاُولئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ. وَإِلهُكُمْ إِلهُ وَاحِدٌ لاَإِلهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمنُ الرَّحِيْمُ اللهُ لاَ إِلَهَ اِلاَّ هُوَ اْلحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَتَأْخُذُه سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ. لَهُ مَافِى السَّمَاوَاتِ وَمَافِى اْلأَرْضِ مَنْ ذَالَّذِى يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَيُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَلاَ يَؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ. لِلّهِ مَافِى السَّمَاوَاتِ وَمَا في اْلأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوْا مَافِى أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللهِ فَيُغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ. وَاللهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. امَنَ الرَّسُوْلُ بِمَا أُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَبَّهِ وَالْمُؤْمِنُوْنَ. كُلٌّ امَنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَنُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. لاَيُكَلِّفُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَاكَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَااكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَتُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَ أَوْ أَخْطَعْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَطَاقَةَ لَنَا بِهِ
وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا (7 مرة)
أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، إِرْحَمْنَا يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ (7 مرة)
وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ إِنَّهُ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. إِنَّمَا يُرِيْدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًا. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمَا.
أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ نُوْرِ الْهُدَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ. عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ.
أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ شَمْسِ الضُّحَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْعَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ
أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ بَدْرِ الدُّجَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ. عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ.
وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ سَادَتِنَا أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ. وَحَسْبُنَا الله وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم (7 مرة)
أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ مَوْجُوْدٌ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ مَعْبُوْدٌ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ بَاقٍ ,
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ (7/11/33 مرة)
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ (2 مرة)
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ يَارَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ
سُبْحَانَ الله وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ 33
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ أَجْمَعِيْنَ. (اَلْفَاتِحَة)

Bacaan Doa Tahlil


أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْد الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ.
اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلاَوَّلِيْنَ. وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلآخِرِيْنَ. وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى الْملاَءِ اْلاَعْلَى اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَللهُمَّ اجْعَلْ وَاَوْصِلْ وَتَقَبَّلْ مَا قَرَأْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَمَا هَلَّلناهُ وَمَا سَبَّحْنَاه وَمَا صَلَّيْنَاهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً وَّاصِلَةً وَّرَحْمَةً نَّازِلَةً وَّبَربكَةً شَامِلَةً وَصَدَقَةً مُتَقَبَّلَةً نُقَدِّمٌ ذَالِكَ وَنُهْدِيهِ اِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ أعْيُنِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِلَى جَمِيْعِ إِخْوَانِهِ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسلِيْنَ، وَاْلاَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاِءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلَصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا اِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلاَنِي رضي الله عنه
Jika berkendak ditujukan kepada ruh seseorang, maka baca :

وَخُصُوْصًا اِلَى حَضْرَةِ رُوْحِ …………..
(sebutkan nama ruh yang dituju)

Lalu melanjutkan bacaan doa :


ثُمَّ إلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَاتِنَا وَجَدَّاتِنَا وَنَخُصُّ خُصُوْصًا إِلَى مَنِ اجْتَمَعْنَا هَاهُنَا بِسَبَبِهِ وَلأَجْلِهِ. أَللهُمَّ اغْفِرْلَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. أَللهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَةُ

Bacaan Yasin

Untuk membacakan surat yasin bisa di lakukan sebelum membaca doa tahlil atau sesudahnya, tetapi jika ingin lebih tersusun sebaiknya di baca sebelum membaca doa tahlil yang kemudian nanti setelah selesai yasinan di tutup dengan bacaan doa tahlil. Silahkan bagi yang belum hafal untuk di fahami agar bisa di amalkan atau tulis ulang dalam sebuah kertas atau download di perangkat masing-masing agar nanti ketika di butuhkan lebih mudah menemukannya tinggal langsung membaca, cukup panjang memang tetapi insyaallah mudah di fahami.

Pembahasan mengenai tahlilan dan bacaan doa tahlil cukup sekian saja, semoga meskipun singkat bermanfaat dan menjadi pencerahan bagi yang ragu terhadap amalan ini. Silahkan cari dan pelajari lagi lebih jauh bagaimana hukum dan semua yang berkaitan dengan susunan bacaan doa Tahlil dan yasin tahlilan tawasul singkat lengkap ringkas pendek dalam bahasa arab latin dan artinya, pengertian, tujuan dalil hadits hukum mengenai tahlilan dan lain sebagainya.

Tata Cara Doa Niat Bacaan Sholat Tasbih Manfaat Dan Waktunya

Sholat tasbih adalah sholat sunnah yang banyak di anjurkan oleh para ulama karena memiliki keutamaan dan manfaa yang sangat besar, di mana dengan sholat tasbih ini bisa menghapus banyak dosa. Di namakan sholat tasbih sebab selama pelaksanaannya banyak membaca tasbih setidaknya dalam satu rakaat dibacakan tasbih sebanyak 74 kali. Memiliki hukum sebagai sunnah maka ibadah ini harus senantiasa di lakukan oleh setiap umat islam setidaknya 1 kali dalam seumur hidup, namun lebih baik jika sering melakukannya terutama pada bulan ramadhan dan malam nisfu sya'ban serta waktu lainnya.

Berbeda kedudukan dengan sholat jamak sebagai kemudahan pelaksanaan sholat wajib ketika berada di dalam perjalanan, untuk waktu sholat sunnah tasbih ini boleh di lakukan kapan saja baik siang atau malam hari selama tidak pada waktu yang telah di haramkan untuk sholat seperti saat matahari terbit, sesudah melaksanakan sholat subuh hingga terbitnya matahari, saat mataharisedang kekuning-kuningan sampai dengan tenggelam, sesudah sholat ashar hingga tenggelamnya mentari serta saat istiwa hingga tergelincirnya matahari terkecuali hari Jum’at, selain saat tersebut boleh untuk pelaksanaan sholat.

Sebagian umat islam di luar sana masih ada saja yang mempertanyakan mengenai bagaimana prihal tata cara dan bacaan niat sholat tasbih, entah itu mereka benar tidak tahu sama sekali atau karena memang tuntunan pelaksanaannya berbeda dengan sholat sunnah yang biasa di lakukan. Memang harus di akui bahwa dalam ibadah ini agak sedikit berbeda dengan pada umumnya yaitu adanya bacaan tasbih yang harus di perhatikan jumlah tiap rakaatnya serta dimana saja pembacaan tasbih tersebut, sebab dalam sholat sunnah ini, adanya bacaan tasbih pada gerakan-gerakan tertentu sangat penting sekali.

Tata Cara Doa Niat Bacaan Sholat Tasbih Manfaat Dan Waktunya

Waktu Dan Jumlah Rakaat Sholat Tasbih

Sebelum menginjak pada pembahasan tata cara sholat tasbih secara lengkap, di mulai dulu mengenal waktu dan juga jumlah rakaatnya. Banyaknya jumlah rakaat sholat tasbih cukup di lakukan sebanyak 4 rakaat saja dengan masing-masing 1 kali salam setiap 2 rakaat, tetapi ada pandangan lain yang di kemukakan oleh imam nawawi mengenai teknis pelaksanaan sholat tasbih ini yaitu apabila di kerjakan pada siang hari lebih baik jika 4 rakaat 1 kali salam dan jika pada malam hari lebih baik jika sholat tasbih di laksanakan 2 kali salam, jadi kesimpulan sholat tasbih ini sebanyak empat rakaat.

Setelah mengetahui jumlah rakaat dan waktunya sekarang menginjak pada pembahasan tata cara yang di mulai dengan niat di akhiri oleh salam serta di lanjut doa setelah sholat tasbih. Tetapi harus di ingat terlebih dahulu bahwa yang namanya ibadah sholat baik wajib atau sunnah harus di mulai sebelumnya dengan wudhu, sebagai syarat mutlak yang tidak boleh di tinggalkan. Bagitu juga untuk sholat tasbih ini jangan sampai lupa untuk melakukan wudhu, dan untuk tata cara wudhu yang baik dan benar bisa langsung pelajari pada halaman lain.

Bacaan Kalimat Tasbih

سُبْحَانَ اللَّه وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَاِلَهَ اِلاَّاللّهُ وَاللّهُ اَكْبَر

subhanallah wal hamdu lillah wa la ilaha illallahu wallahu akbar

Artinya : Maha Suci Allah SWT, segala puji bagi Allah dan tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha besar.

Atau Boleh Juga Di Tambah Dengan

ولاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم

Walaa Haula walaa quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzim

Artinya : Tiada kekuatan atau kekuasaan melainkan dari Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia

Niat Sholat Tasbih

Jika 2 Rakaat Maka Bacaannya :

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli Sunnatat-tasbihi rakataini lillahi ta'aalaa

Artinya : Aku Niat Sholat Sunnah Tasbih 2 Rakaat Karena Allah ta alaa

Jika 4 Rakaat Maka Bacaannya :

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكْعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli Sunnatat-tasbihi arba'a rakatin lillahi ta'aalaa

Artinya : Aku Niat Sholat Sunnah Tasbih 4 Rakaat Karena Allah Ta'aala

Tata Cara Sholat Tasbih

Pada dasarnya sholat tasbih ini dari sisi gerakan dan bacaannya sama dengan pada umumnya sholat yang di kerjakan tiap hari mulai dari niat hingga salam, hanya saja untuk sholat tasbih ini ada tambahan bacaan kalimat tasbih. Untuk lebih lengkapnya mari simak dengan baik tuntunannya di bawah ini dan perhatikan dengan benar agar benar-benar mengerti.

1. Seperti biasa di mulai dengan takbiratul ikhram dan menghadirkan niat dalam hati bersamaan dengan takhbiratul ikhram, kemudian di lanjut dengan membaca surat al-fatihah dan salah satu surat dari al-qur'an, selanjutnya membaca kalimat tasbih sebanyak 15 kali.

2. Di lanjut dengan ruku, nah pada saat ruku sebelum berdiri membaca tasbih sebanyak 10 kali.

3. Kemudian bangun dari ruku ('itidal), saat berdiri sebelum sujud membaca tasbih lagi sebanyak 10 kali.

4. Lalu turun untuk sujud, saat sujud yang pertama ini sebelum duduk membaca tasbih lagi sebanyak 10 kali.

5. Jika sudah selesai kemudian duduk, di antara dua sujud ini sebelum melakukan sujud yang kedua membaca tasbih lagi 10 kali.

6 Selanjutnya sujud lagi yang kedua kalinya dan membaca tasbih 10 kali.

7. Nah jika sudah selesai sujud kedua jangan terburu-buru berdiri untuk melakukan rakaat kedua tetapi duduk dulu sebentar sambil membacakan tasbih 10 kali, kemudian baru bangun untuk pelaksanaan rakaat kedua.

Lakukan gerakan dan bacaan tasbih tersebut pada tiap rakaat, tetapi pada rakaat kedua sesudah membaca doa tasyahud sebelum salah membaca tasbih dulu 10 kali. Jadi jika di hitung bacaan tasbih tiap rakaat sebanyak 75 kali bacaan, sehingga jika di hitung keseluruhan 4 rakaat bacaan tasbihnya sebanyak 300 kali bacaan (75x4=300). Sesudah selesai melaksanakan sholat tasbih jangan dulu pergi, tetapi berdoa dulu yang bacaannya sebagai berikut.

Doa Sholat Tasbih

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُك تَوْفِيقَ أَهْلِ الْهُدَى وَأَعْمَالَ أَهْلِ الْيَقِينِ وَمُنَاصَحَةَ أَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ أَهْلِ الصَّبْرِ وَوَجَلَ أَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ أَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ أَهْلِ الوَرَعِ وَعِرْفَانَ أَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى أَخَافَك،
اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ مَخَافَةً تَحْجِزُنِي عَنْ مَعَاصِيكَ حَتَّى أَعْمَلَ بِطَاعَتِك عَمَلًا أَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاك وَحَتَّى أُنَاصِحَكَ بِالتَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْك حَتَّى أَخْلُصَ لَك النَّصِيحَةَ حَيَاءً مِنْكَ وَحَتَّى أَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا وَحَتَّى أَكُونَ أُحْسِنَ الظَنَّ بِكَ، سُبْحَانَ خَالِقِ النُّورِ. ا هـ وَفِي رِوَايَةٍ خَالِقِ النُّورِ

Allahumma innaa as’aluka taufiiqa ahlil hudaa, wa a‘maala ahlil yaqiini, wa munaashahata ahlit taubati, wa ‘azma ahlis shabri, wa wajala ahlil khasyyati, wa thalaba ahlir raghbati, wa ta‘abbuda ahlil wara‘i, wa ‘irfaana ahlil ‘ilmi hattaa akhaafak. Allaahumma innii as’aluka makhaafatan tahjizunii ‘an ma‘aashiika hattaa a‘mala bi thaa‘atika ‘amalan astahiqqu bihii ridhaaka wa hattaa unaashihaka bit taubati, khaufan minka hattaa akhlusha lakan nashiihata hayaa’an minka wa hattaa atawakkala ‘alaika fil ’umûri kullihaa wa hattaa akuuna ’uhsinuz zhanna bika, subhaana khaaliqin nuuri.

Artinya : Ya Allah, kepada-Mu aku meminta petunjuk mereka yang terima hidayah, amal-amal orang yang yakin, ketulusan mereka yang bertobat, keteguhan hati mereka yang bersabar, kekhawatiran mereka yang takut (kepada-Mu), doa mereka yang berharap, ibadah mereka yang wara’, dan kebijaksanaan mereka yang berilmu agar aku menjadi takut kepada-Mu. Ya Allah, masukkanlah rasa takut di kalbuku yang dapat menghalangi diri ini untuk mendurhakai-Mu. Dengan demikian aku dapat beramal saleh yang mengantarkanku pada ridha-Mu, dan aku bertobat setulusnya karena takut kepada-Mu. Dengan itu pula aku beribadah secara tulus karena malu kepada-Mu. Dengan rasa takut itu aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Karena itu juga aku dapat berbaik sangka selalu kepada-Mu. Mahasuci Engkau Pencipta cahaya.

Manfaat Keutamaan Sholat Tasbih

Sebelum pembahasan ini di tutup, sedikit akan mengulas dulu tentang keitimewaan dari sholat sunnah tasbih, Dari beberapa pembahasan dapat menyimpulkan bahwa sholat tasbih ini memang sangat luar biasa bahkan jika mengkaji salah satu hadits yang di riwayatkan oleh Imam Abu Dawud (haditsnya cukup panjang) bahwa dengan hanya melakukan empat rakaat sholat tasbih semua dosa diampuni oleh Allah. Bahkan menurut Sayid Muhammad Al-Maliki termasuk juga dosa besar bisa di ampuni dengan syarat asalkan sholat tasbihnya memenuhi syarat-syarat bertobat.

Adanya sholat tasbih yang luar biasa manfaatnya ini menjadi kemuliaan khusus bagi umat nabi muhammad saw yang menghususkan sholat tasbih kepada kita. Maka jangan sia-siakan waktu selama di dunia ini tanpa di isi dengan ibadah-ibadah yang memiliki keistimewaan luar biasa, harus di ingat bahwa siapa yang bekerja dia yang akan mendapatkan hasil begitu siapa saja yang selalu taat terhadap perintah allah dan rasulnya maka dia lah yang akan menuai kebahagiaan dunia akhirat. Jadikan sholat tasbih ini sebagai saran untuk menggapai ridha dan cintanya allah swt.

Semoga pembahasan mengenai sholat tasbih yang cukup singkat ini memebrikan manfaat besar bagi para pembaca semua hingga mengamalkannya. Dan mohon maaf karena masih banyak pembahasan tentang sholat tasbih yang tidak bisa di tulis pada halaman ini karena banyaknya keterbatasan. Silahkan pelajari semua yang berhubungan dengan tata cara dzikir doa niat bacaan sholat tasbih manfaat, keajaiban dan waktunya dalam bahasa arab latin dan juga terjemahannya.

Amalan Yang Dilakukan Pada Malam Nisfu Bulan Sya'ban 2019

Amalan Yang Dilakukan Pada Malam Nisfu Bulan Sya'ban 2019 - Dalam kalender islam di kenal dengan beberapa bulan yang memiliki keistimewaan seperti salah satunya adalah bulan sya'ban. Pada sya'ban ini terdapat malam yang di yakini mempunyai keberkahan di mana jika pada malam tersebut di isi dengan ibadah, maka allah swt akan mengampuni seluruh dosa kecil kecuali syirik, malam tersebut di namakan dengan nisfu sya'ban atau malam tanggal 15 bulan sya'ban.

Mengingat adanya keutamaan yang cukup istimewa pada bulan sya'ban, sehingga sangat perlu semua permasalahan yang berkaitan dengan sya'ban ini untuk di bahas seperti halnya juga telah kami tulis ringkasan mengenai niat puasa nisfu sya'ban serta doanya, agar menjadi pengingat bahwa benar bulan ini lebih di unggulkan. Termasuk juga pembasahan kali yang akan memberikan sedikit tulisan mengenai amalam nisfu sya'ban yang bisa di amalkan ketika waktu tersebut datang.

Sebuah hadits yang di riwayatkan oleh abu dawud dan Nasa'i mengatakan bahwa Bulan Sya'ban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadan. Bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa. Maka hadits ini menjadi dasar dari keunggulan dari bulaan sya'ban sehingga orang-orang banyak yang berpuasa pada bulan ini.

Amalan Yang Dilakukan Pada Malam Nisfu Bulan Sya'ban

Selain berpuasa sejak awal sya'ban, menghidupkan atau meramaikan malam nisfu sya'ban pun sangat di perlukan, maksudnya adalah dengan di isi oleh amalan yang baik sebab pada malam nisfu sya'ban allah swt mengampuni orang yang memohon ampunan, mengabulkan doa orang yang berdoa, melapangkan orang yang sedang dalam kesempitan serta masih banyak lagi yang lainnya. Setidaknya ada tiga amalan pokok yang senantiasa harus selalu di amalkan setiap malam nisfu sya'ban seperti:

1. Memperbanyak Istighfar.

2. Membaca Dua Kalimat Syahadat Sebanyak-Banyaknya.

3. Memperbanyak Doa.

Kenapa tidga amalan di atas lebih di anjurkan? jawabannya sebab terdapat dalam sebuah hadits bahwa rahmat allah swt pada malam tersebut turun kebumi dan mengampuni dosa-dosa kecil sebagai mana bunyi haditsnya yaitu.

ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء

Artinya. (Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan) (HR Al-Baihaqi).

Itulah beberapa amalan bulan sya'ban yang senantiasa harus di amalkan terutama saat malam nisfu, dari mari kita jadikan bulan sya'ban ini sebagai sarana untuk mempersiapkan diri memasuki ramadhan. Jika biasa nya ibadah hanya jika ada waktu santai, maka mulai bulan ini mari lebih di tingkatkan baik itu puasa sunnahnya, sholat malam, membaca al-qour'an dan lain sebagainya agar nanti pada bulan ramadhan sudah terbiasa sehingga bisa melalui ramadhan dengan sempurna.

Semoga sedikit dari pembahasa ini memberikan manfaat banyak bagi para pengunjung dan silahkan baca hingga akhir serta jangan lupa pahami juga semua yang berkaitan dengan nisfu sya'ban. usahakan mengkaji tentang bulan sya'ban dari sumber terpercaya agar tidak salah mengerti. Silahkan cari pembahsan sama yang masih ada hubungannya dengan amalan yang dilakukan pada malam nisfu bulan sya'ban 2019 ini.