Bacaan Niat Puasa Doa Sholat Dan Artinya

Doa Niat Sebelum Dan Sesudah Wudhu Sesuai Sunnah

Doa Niat Sebelum Dan Sesudah Wudhu Sesuai Sunnah - Sebelum melaksanakan sholat wajib ataupun sholat sunnah, harus dalam keadaan terbebas dari hadast besar maupun kecil. Untuk hadast besar disucikan dengan cara melakukan mandi junub atau mandi besar.Untuk lebih detailnya tentang niat dan doa mandi junub silahkan kunjungi artikel niat dan doa mandi junub lengkap. Sedangkan untuk mensucikan hadast kecil dilakukan dengan cara berwudhu. Ketika berwudhu dianjurkan untuk membaca niat dan doa sebelum wudhu dan doa sesudah wudhu agar wudhunya sempurna.

Memang doa yang dimaksud tidak termasuk dalam rukun wudhu. Karena mengingat keutamaan doa-doa dalam bewudhu maka alangkah baiknya kita tetap membaca doa sebelum wudhu dan sesudah wudhu yang benar.Melakukan wudhu tidak hanya dilakukan ketika akan sholat saja. Berwudhu juga disunnahkan kepada kita ketika hendak pergi keluar rumah, pergi ke masjid, menyentuh atau memegang Al Qur’an, saat mau pergi tidur atau saat menghadapi masalah.

Firman Allah SWT Tentang Kewajiban Wudhu

Wudhu dambil dari bahasanya artinya adalah bersih atau indah. Namun menurut syara’ artinya adalah membersihkan anggota-anggota bagian tubuh untuk menghilangkan hadast kecil. Wudhu adalah salah satu syarat sah Sholat seperti dalam Al-Qur’an surat Al-maidah ayat 6 sebagai berikut.



Allah SWT berfirman mengenai kewajiban wudhu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Bacaan kewajiban wudhu dalam latin

“Ya ayyuhalladzina amanu idza kumtum ilas salati fagsilu wujuhakum wa aydiyakum ilal marafikı wamsahu bi ruusikum wa arjulakum ilal ka’bayn (ka’bayni).”

Arti dalam bahasa Indonesia:

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian ingin melaksanakan shalat, basuhlah wajah dan tangan kalian sampai ke siku, dan usaplah kepala kalian dan (basuhlah) kaki kalian sampai kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah: 6)

Ini menunjukkan bahwa wudhu sangat penting dalam kehidupan sehari-hari orang Islam. Kaum muslimin dan muslimah harus mengerti dan paham niat wudhu, doa sebelum wudhu yang benar, tata cara wudhu dan doa sesudah wudhu yang benar.

Dengan demikian hampir setiap hari kita berwudhu. Otomatis kita akan selalu membaca doa sebelum wudhu maupun doa sesudah wudhu di kegiatan harian kita. Sehingga kita harus mempelajari, memahami bahkan menghafalkan doa ini. Dan kita akan mendapatkan manfaat wudhu dan keutamaan dari berwudhu tersebut. Selain hati tenang, wajah juga akan berseri-seri setiap hari.Kali ini wisatanabawi akan mengulas tentang lafaldz niat wudhu yang dibaca saat sebelum wudhu, dan doa sesudah wudhu. Untuk memudahkan dalam memahami maka akan disertai dalam bahasa Arab, bahasa latin dan terjemahan dalam bahasa Indonesia.
Doa Sebelum Wudhu (Arab, Latin, Terjemahan)

Setiap akan memulai aktifitas dianjurkan kita selalu diawali dengan membaca “Basmallah”. Termasuk ketika akan berwudhu kita juga dianjurkan membaca “Basmallah”.Setelah itu diawali dengan membaca niat wudhu. Hal ini dikarenakan niat adalah salah satu sahnya amalan atau pekerjaan dalam beribadah.

Niat adalah kunci yang akan membuka pintu-pintu pahala dari Allah swt. Setelah niat dalam hati kemudian diucapkan sebagai doa sebelum wudhu karena Allah swt untuk mendapatkan petunjuk-Nya.

Bacaan sebelum wudhu arab

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaan sebelum wudhu latin

“Nawaitul whudu-a lirof’il hadatsii ashghori fardhon lillaahi ta’aalaa”

Terjamahan arti doa sebelum wudhu

“Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil fardu (wajib) karena Allah ta’ala”
Doa Sesudah Wudhu (Arab, Latin, Terjemahan)

Setelah selesai melakukan wudhu, dianjurkan untuk membaca doa sesudah wudhu. Doa ini tidak serta merta harus langsung dibaca setelah selesai langkah wudhu terakhir yaitu membasuh kaki.

Doa sesudah wudhu yang benar ini bisa dibaca setelah keluar dari tempat wudhu atau sebelum masuk masjid ketika di masjid.
Hal ini dikarenakan mungkin tempat wudhu-nya akan dipakai banyak orang atau ada antrian jamaah yang mau berwudhu juga. Kalau kita berwudhu di kamar mandi doa setelah wudhu bisa diucapkan ketika sudah keluar kamar mandi.

Bacaan doa sesudah wudhu arab

اَشْهَدُاَنْ لَااِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَاالتَّوَّابِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِىْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Terjemahan bacaan doa sesudah wudhu latin

“Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalahu . Wa asyhadu anna Muhammadan’abduhu wa rasuuluhu Allahumma-j alnii minattabinna waj alnii minal mutathohiirina waj alnii min ‘ibadatishalihin.”

Terjemahan arti doa sesudah wudhu

“Saya bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah yang esa , tiada sekutu bagi-Nya . Dan saya bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya . Ya Allah jadikanlah saya orang yang ahli taubat , dan jadikanlah saya orang yang suci , dan jadikanlah saya dari golongan hamba-hamba Mu yang shaleh.”
Tata Cara Wudhu Sesuai dengan Sunnah Rossul

Dalam berwudhu juga terdapat adab atau taca cara dan urutan yang benar. Dimulai dari niat hingga tertib sesuai rikun-rukun wudhu, karena rukun ini sekaligus menjadi langkah-langkah dan tata cara berwudhu. Berikut ulasan dan penjelasan tentang rukun-rukun wudhu.

1. Membaca Niat

Rukun wudhu yang pertama adalah membaca niat. Niat dalam hal ini hendak melaksanakan wudhu dan diniati dalam hati, sebelum diucapkan dengan lisan. Karena dalam Islam setiap kebaikan atau ibadah hendaklah diawali dengan niat dari dalam hati sebelum diucapkan ataupun dilakukan.

Rosulullah saw sendiri dalam sabdanya menjelaskan bahwa perbuatan seseorang itu tergantung pada niatnya, dan akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang telah diniatkannya.

Dalam berwudhu juga wajib hukumnya untuk berniat wudhu di dalam hati kemudian disusul dengan membaca niat wudhu. Bacaan niat wudhu dilakukan sebelum wudhu.

2. Membasuh Wajah

Setelah membaca niat wudhu, kemudian dilanjutkan dengan membasuh wajah dan air mengenai semua bagian wajah. Area wajah yang dibasuh dengan air adalah dari kening hingga dagu, dan kedua pipi sampai dengan pinggir telinga.

Khusus untuk laki-laki yang memiliki jenggot panjangl, disunnahkan untuk membasahi jenggotnya dengan menekan-nekan jenggot tersebut agar air bisa sampai ke kulit yang tertutup jenggot tersebut.

3. Membasuh Kedua Tangan Hingga Mencapai Siku

Langkah berikutnya adalah membasuh kedua tangan hingga mencapai siku. Hal ini sesuai dengan yang difirmankan oleh Allah dalam Al Qur’an surat Al Maaidah ayat 6 yang artinya adalah “Dan basuhlah tangan-tanganmu hingga siku”.

4. Mengusap Sebagian Kepala

Langkah berikutnya adalah mengusap sebagian kepala. Mengusap kepala ini berbeda dengan membasuh muka. Mengusap sebagian kepala ini untuk mengenai air ke rambut. Walaupun tidak membasuh semua rambut, cukup rambut bagian depn saja.

5. Membasuh Kedua Kaki Hingga Mencapai Mata Kaki

Langkah selanjutnya adalah membasuh kedua kaki hingga mata kaki. Hal ini sesuai dengan yang difirmankan oleh Allah dalam Al Qur’an surat Al Maaidah ayat 6 yang artinya adalah “Basuhlah kaki kalian sampai kedua mata kaki”.

Rasulullah saw menganjurkan agar berhati-hati ketika membasuh kaki, pastikan air membasahi kedua mata kaki. Untuk menghindari air tidak membasahi mata kaki yaitu dengan membasuh kaki sampai dengan betis jadi air akan mengenai mata kaki.

6. Tertib

Rukun wudhu yang terakhir adalah tertib. Tertib artinya langkah-lagkah dalam berwudhu diatas sesuai dengan urutannya dan tidak boleh lompat-lompat langkahnya. Jika urutannya tidak urut maka wudhu kita tidak sah.

Untuk itu selain memhami dan menghafal doa sebelum wudhu dan doa sesudah wudhu, pastikan pahami juga urutan rukun-rukun wudhu ini agar wudhu kita sah dan sempurna.
Sunnah-sunnah dalam Wudhu

Selain rukun dan langkah-langkah wudhu terdapat sunnah-sunnah wudhu sebagai pelengkap sempurnanya wudhu dalam membersihkan hadast kecil dalam tubuh kita.
Berikut Sunnah-sunnah dalam Wudhu

1.Membaca Basmalah
2.Membasuh dua telapak tangan hingga pergelangan tangan
3.Berkumur-kumur
4.Menghirup air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya
5.Menyela-nyela jenggot yang tebal bagi laki-laki berjenggot agar air terkena kulit yang tertutup jenggot
6.Menyela-nyela jari tangan
7.Mengusap semua bagian kepala dengan air
8.Mengusap kedua telinga luar maupun dalam
9.Menyela-nyela jari kaki
10.Membasuh ataupun mengusap anggota wudhu sebanyak 3 kali
11.Mendahulukan bagian yang kanan dibandingkan yang kiri
12.Memperpanjang basuhan di sebagian kepala yang bagian depan. sebelah atas siku dan mata kaki
13.Tidak berlebihan dalam menggunakan air
14.Menghadap kiblat
15.Tidak berbicara ketika sedang berwudhu
16.Membaca doa setelah selesai berwudhu

Jenis Air untuk Berwudhu

Dalam berwudhu dianjurkan menggunakan air yang suci dan mensucikan. Walaupun kalau tiak ada air bisa diganti dengan tayamum atau berwudhu dengan membasuhkan telapak tangan dengan debu. Tapi lebih utama menggunakan air kalau memang masih bisa dijumpai air di sekitar Anda.
Jenis air yang sah jika digunakan untuk berwudhu

Air sumur
Air kolah atau air dalam tangki besar seperti kolam
Air hujan
Air sungai yang mengalir
Air dari lelehan salju atau es batu

Jenis air yang tidak sah jika digunakan untuk berwudhu

Air najis atau air kotor yang tidak bisa mensucikan.
Air dari pohon atau air sari buah.
Air dengan jumlah yang sedikit (kurang dari 1000 liter) yang tsudah tercemar misalnya terkena urin, darah atau minuman beralkohol atau ada binatang yang mati di dalamnya.
Air yang sudah tidak jernih atau berubah warnanya, berbau dan sudah berubah karena ada yang direndam dakam air tersebut.
Air yang bekas yang sudah diminum oleh binatang haram seperti anjing, babi atau binatang mangsa.
Air bekas atau sisa orang mabuk karena minuman ker4s.

Demikian ulasan tentang niat wudhu, doa sebelum wudhu, doa sesudah wudhu dan rukun wudhu sesui sunnah rossul. Dalam postingan ini sudah dijelaskan tentang doa sebelum wudhu arab, latin dan terjemahan. Juga sudah dijelaskan tentang doa sesudah wudhu arab, latin dan terjemahan. Silahkan pahami dan hafalkan doa-doa tersebut dan pastikan berwudhu dengan air yang susi dan bisa mensucikan. Untuk dapat mengetahui lebih detail tentang doa-doa harian lengkap silahkan kunjungi doa harian lainnya.

Doa Sebelum Dan Sesudah Belajar Lengkap

Doa Sebelum Dan Sesudah Belajar Lengkap - Belajar merupakan salah satu kegiatan yang tentunya wajib untuk semua orang. Tak hanya bagi anak-anak sekolah saja yang perlu belajar, namun juga orang tua dan dewasa. Karena sesungguhnya setiap perjalanan hidup ini adalah pembelajaran. Sebagai seseorang yang beragama, kita harusnya di wajibkan dan di anjurkan untuk membaca doa belajar setiap akan memulai dan mengakhiri pelajaran.

Membaca doa sebelum dan sesudah belajar di anjurkan oleh agama di karenakan doa mampu memberikan ketenangan hati yang mampu menjadikan proses pembelajaran dan penyerapan ilmu anda saat belajar bisa berjalan dengan lancar. Tak hanya berdoa, beberapa serba serbi dari belajar pun harus anda perhatikan agar proses belajar anda bisa berjalan maksimal.

Beberapa Doa Belajar untuk Dibaca

1. Doa Belajar 1

Berikut adalah doa belajar yang paling banyak di panjatkan oleh masyarakat muslim saat ini, karena doanya yang singkat, mudah di hafal dan artinya juga cukup padat dan sesuai dengan tujuan belajar.

رَضِتُ بِااللَهِ رَبَا وَبِاالْاِسْلَامِ دِيْنَا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيَا وَرَسُوْلَا رَبِّ زِدْ نِيْ عِلْمًاوَرْزُقْنِيْ فَهْمًا

Rodlittu billahirobba, wabi islamidina, wabimuhammadin nabiyyawwarasulla, rabbi zidnii ilmaa warzuqnii fahmaa.

Artinya:
Kami Ridha Allah Subhanallahu wa ta’ala sebagai Tuhan ku, Islam sebagai agamaku, dan Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul. Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu dan berikanlah aku pengertian yang baik.
2. Doa Belajar 2

Selain doa tersebut, ada pula doa belajar yang cukup singkat untuk di lafalkan, berikut merupakan doa belajar lainnya:

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا , وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

Rabbi zidnii ilmaa, warzuqnii fahmaa, waj’alnii minash shaalihiin.

Artinya:
Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu, dan berilah aku karunia untuk dapat memahaminya, dan jadikanlah aku termasuk golongannya orang-orang yang shaleh.
3. Doa Belajar 3

Selain dua doa di atas, ada lagi doa belajar yang cukup lengkap dan cukup banyak pula di amalkan, berikut isi dari doa tersebut:

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ
اِللَّهُمَّ اءَلّهِمْنِى عِلْمَا اَعّرِقُ بِهِ اَوَامِرَكَ وَاَعْرِفُ بِهِ نَوَا هِيَكَ وَارْزُقْنِى , اللَّهُمَّ بَلَغَةَ فَهْمِ النَبِيِّيْنَ وَفَصَاحَةِ حِفْظِ الْمُرْ سَلِيْنَ وَسُرْ عَةِ اِلْهَامِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّ بِيْنَ وَاَكْرِمْنِى . اَللَّهُمَّ بِنُوْرِ الْعِلْمِ وَسُرْ عَةِ الْفَهْمِ وَاَخْرِ جْنِى مِنْ ظُلُمَاتِالْوَهْمِ وَافْتَحْ لِى اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَعَلْمِنِى اَسْرَارَ حِكْمَتِكَ يَارَبَّ الّعَا للَمِيْنَ

Bismillahirrahmaanirrahiim…
Allaahumma alhimnii ‘ilman a’rifu bihi awaamuroka wa a’rifu bihi nawaahiyaka warzuqnii. Allaahumma balaghota fahmin nabiyyana wa fashoohati hifdlil mursaliina wa sur’ati ilhamil malaa’ikatil muqorro biina wa akrimnii. Allaahumma bi nuuril ‘ilmi wasur’atil fahmi wa akhrijnii min dlulumaatil wahmi waftah lii abwaaba rohmatika wa allminii asrooro hikmatika yaa robbal ‘aalamiina.

Artinya:
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang
Wahai Allah, ilhamilah aku dengan ilmu yang dapat menjadi alat untuk mengetahui semua suruhan Mu dan berilah aku rizqi. Wahai Allah, sampainya kefahaman yang mendalam dari para nabi dan kefasihan hafalan para Rosul serta cepatnya ilham para malaikat muqorrobiin, maka karuniakanlah kepadaku. Wahai Allah, dengan cahaya ilmu dan cepat tanggap dalam kefahaman serta keluarkanlah aku dari kegelapan keraguan dan bukanlah untukku semua pintu rahmad Mu dan ajarkanlah kepadaku rahasia hikmah Mu. Wahai Tuhan Semesta Alam.
4. Doa Sesudah Belajar 1



Tak hanya doa sebelum belajar, anda juga perlu memahami doa sesudah belajar, agar apa yang telah anda pelajari menjadi lebih bermakna dan bermanfaat. Berikut adalah doa sesudah belajar pertama:

اِللَّهُمَّ اَرِنَا الْحَقًّا حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَاَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

Allaumma arinal haqqa haqqan warzuqnat tibaa’ahu wa arinal baathila baathilan warzuqnaj tinaabahu.

Artinya:
Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran, sehingga kami dapat mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami kejelekan sehingga kami dapat menjauhinya.

5. Doa Sesudah Belajar 2

Tak hanya doa di atas saja yang biasa di gunakan oleh masyarakat setelah mengakhiri waktu belajarnya. Berikut adalah doa sesudah belajar yang kedua:

اللَّهُمَّ اِنِّى اِسْتَوْدِعُكَ مَاعَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ اِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِىْ وَلَا تَنْسَنِيْهِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Allahumma innii ishtaudi’uka maa ‘allamtaniihi faardud’hu ilayya ‘inda haajatii walaa tanshaniihi yaarobbal ‘aalamiina.

Artinya :
Ya Allah sesungguhnya ku titipkan kepada Mu apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, maka kembalikanlah dia kepadaku di saat aku membutuhkannya. Janganlah buat aku lupa kepadanya, wahai Tuhan pemelihara alam.
6. Doa Sesudah Belajar 3

Selain kedua doa di atas, sebenarnya ada banyak list dan jenis doa sesudah belajar yang di percayai maupun di amalkan oleh masyarakat sebagai doa sesudah belajar seperti berikut:

رَبَّنَا انْفَعْنَا بِمَاعَلَمْتَنَا الَّذِيْ يَنْفَعُنَا وَزِدْنَا عِلْمًا وَالْحَمْدُلِلَّهِ عَلَى كُلِّى حَالٍ

Rabbanan fa’naa bima ‘alamtanalladzi yanfa’una wa zidna ‘ilman walhamdulillahi ‘ala kulihal

Artinya:Ya Tuhan kami, jadikanlah ilmu kami ilmu yang bermanfaat, ajarkan kami apa-apa yang bermanfaat bagi kami serta tambahkan ilmu bagi kami, segala puji hanya bagi Allah dalam setiap keadaan.
Adab Menuntut Ilmu

Sebagai salah satu aktivitas yang sangat cukup penting dalam kehidupan bermasyarakat dalam islam, belajar memiliki adab-adab yang seharusnya di patuhi oleh setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan. Adab-adab ini menjadi salah satu hal yang penting agar ilmu yang anda pelajari bisa menjadi lebih berkah dan bermanfaat. Berikut merupakan beberapa adab dalam belajar, yakni:

• Ikhlas menuntut ilmu dengan niatan semata-mata karena Allah Subhanallahu wa ta’ala,
• Mengamalkan doa sebelum belajar dan memohon agar ilmu yang akan di pelajari menjadi ilmu yang berkah dan bermanfaat,
• Anda juga bisa mengawali proses belajar anda dengan cukup bermunajat atas nama Allah dan mengagungkan segala kuasa Nya,
• Serius dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu,
• Menjauhkan diri dari ilmu maupun kegiatan yang menimbulkan dosa maupun maksiat,
• Menghindarkan diri dari sifat angkuh dan sombong saat berbagi ilmu terhadap orang yang masih belum mengetahui ataupun terhadap orang yang bertanya,
• Menghormati guru dan mendengarkan dengan seksama tentang ilmu yang di jelaskan oleh ustadz atau guru anda,
• Berusaha untuk selalu fokus, tenang dan khitmat saat menuntut ilmu,
• Tidak berbicara ataupun membicarakan hal yang tidak bermanfaat,
• Memahami dan menghafalkan setiap ilmu syar’i, serta mencatat ilmu agar tidak mudah hilang atau di lupakan,
• Mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan, sebagai salah satu hal yang bisa di sebarkan kepada setiap orang yang belum mengetahui. Dalam islam, kita tidak di anjurkan untuk pelit ataupun menyembunyikan ilmu yang kita miliki.
• Mengakhiri proses belajar dengan mengucapkan hamdalah dan berdoa kepada Allah agar ilmu yang telah di pelajari menjadi ilmu yang bermanfaat dan berkah bagi orang yang mempelajari maupun bagi orang di sekitarnya.

Adab-adab tersebut tentunya perlu untuk di amalkan dan di laksanakan, berhubung pentingnya tugas manusia sebagai khalifah bumi yang harus terus dan senantiasa mempelajari dan belajar dari alam tentang hakikat kehidupan mereka.
Ayat Al Qur’an Tentang Ilmu

Allah Subhanallahu wa ta’ala selalu menyebutkan bahwa orang yang menuntut ilmu itu memiliki derajat yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang lainnya yang memilih untuk tidak menuntut ilmu. Hal ini di tandai dengan banyaknya ayat Al Quran yang memiliki arti maupun anjuran untuk menuntut ilmu maupun menyebutkan tentang keutamaan ilmu.
Seperti pada surat Al Mujadalah ayat 11:

يَرْفَعِ اللهُ الذِّيْنَ ءَامَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Yarfa’illahulladziina aamanuu minkum waalladziina uutul ‘ilma darajaatin wallaahu bimaa ta’maluuna khobiirun.

Artinya:
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat. (Qs. Al Mujadalah: 11)
Selanjutnya ada pula surat Ali Imran ayat 18:

شَهِدَ اللهُ اَنَّهُ لَا اِلَهَ اِلَّا هُوَ وَالْمَلَا ئِكَةُ وَاُولُوْ الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ اِلَا اِلَهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكٍيْمُ

Syahidallahu annahu laa ilaha illaa huwa walmalaa’ikatu wa’uuluul ‘ilmi qoo’iman bilqisti ilaa illaha illaa huwal’aziizul hakiimu.

Artinya:
Allah menyatakan bahwasannya tidak ada Tuhan (yang berhak di sembah) melainkan Dia, yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga mengatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak di sembah) melainkan Dia, yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs. Ali Imran: 18)
Surat Thaaha ayat 114

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Waqurrobbi zidnii ‘ilmaan.

Artinya:
Dan katakanlah (wahai Nabi Muhammad) tambahkanlah ilmu kepadaku. (Qs. Thaaha: 114)
Surat Az Zumar ayat 9

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ

Qul hal yastawiilladziina ya’lamuuna walladziina laa ya’lamuuna.
Artinya:
Katakanlah, apakah sama antara orang yang mengetahui dengan orang yang tidak tahu. (Qs. Az Zumar: 9)

Hadist Tentang Mencari Ilmu

Tak hanya firman-firman Allah melalui ayat-ayat Al Quran saja yang menyebutkan tentang keutamaan dalam menuntut ilmu. Namun juga hadis-hadis riwayat dari sahabat yang juga turut menguatkan dan membantu kita untuk selalu mengutamakan menuntut ilmu.

Sebagai salah satu hal yang dianggap wajib untuk di lakukan dan di amalkan dalam kehidupan sehari-hari, belajar juga di jelaskan dan di jabarkan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang cukup utama untuk di lakukan. Seperti beberapa hadis yang ada berikut ini.

Menurut hadis riwayat Bukhari, menuntut ilmu merupakan hal yang wajib bagi setiap manusia, dan tidak memandang jenis kelamin maupun usia.

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَة عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ

Tholabul ‘ilmi qoriidlotun ‘ala kulli muslimin wa muslimat

Artinya :
Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim yang laki-laki maupun yang perempuan.
Tak hanya hadis di atas, berikut ini juga beberapa hadis tentang belajar yang bisa menjadi motivasi dalam belajar anda. Berdasarkan hadis riwayat Turmudzi menyebutkan bahwa:

مَنْ اَرَا دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ . وَمَنْ اَرَادَالْااَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِلْعِلْمِ . وَمَنْ اَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

Man araa daaddunyaa fa’alayhi bil’ilmi, wa man araadaal akhirata fa’alayhi bil’ilmi, wa man araadahumaa fa’alayhi bil’ilmi.

Artinya:
Barang siapa menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki keduanya, maka wajib baginya memiliki ilmu.

Sedangkan ada pula hadis yang menyebutkan tentang keutamaan dalam mencari ilmu, berdasarkan hadis riwayat Turmudzi:

مَنْ خَرَجَفِى طَلَبُ الْغِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ

Man khofii tholabul ‘ilmi fahuwa fii sabiilillaahi hatta yarji’a

Artinya:
Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang.

Hadis riwayat Turmudzi juga meriwayatkan tentang kewajiban dalam menuntut ilmu untuk dunia dan akhirat:

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا شَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا اِلَى الْجَنَّةِ

Man salaka thoriiqon yaltamisu fiihi ‘ilman sahhalallahu bihi thoriiqon ilaljannati.

Artinya:
Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah memudahkannya ke jalan menuju surga.

Selanjutnya adalah hadis yang menunjukkan tentang menuntut ilmu sampai meninggal:

اَطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ اِلَى الَّلحْدِ

Uthlubil ‘ilma minal mahdi ilallahdi.

Artinya:
Carilah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat. (Al-Hadis)

Keutamaan Membaca Doa Belajar

Dari berbagai penjelasan di atas, kita mengetahui bahwa menuntut ilmu ternyata cukup penting untuk di laksanakan. Bahkan ada yang menyebutkan, apabila kita mempelajari atau menuntut ilmu, bisa jadi kita akan masuk surga karena ilmu yang kita pelajari. Selain itu menuntut ilmu tak hanya di lakukan oleh mereka yang bersekolah, namun mereka yang hidup pun wajib untuk menuntut ilmu.

Seiring dengan kewajiban menuntut ilmu, di lanjutkan dengan adab-adab yang harus di patuhi apabila anda ingin menuntut ilmu, terutama apabila anda ingin ilmu yang anda pelajari saat ini menjadi ilmu yang bermanfaat bagi diri anda maupun orang lain, selain itu juga bisa menjadi ilmu yang barokah dan membawa anda menuju jalan ke surga.

Oleh karena itu wajib bagi anda untuk selalu mengawali dan mengakhiri proses belajar mengajar dengan memanjatkan doa berupa harapan dan rasa syukur kepada Allah Subhanallahu wa ta’ala. Selanjutnya berikut ini adalah beberapa keutamaan ataupun beberapa manfaat yang akan anda peroleh apabila anda memanjatkan doa sebelum dan sesudah belajar:

• Membaca doa sebelum memulai belajar dapat memunculkan rasa percaya diri terhadap ilmu yang akan di pelajari, selain itu juga akan menimbulkan rasa ikhlas terhadap apa yang akan di pelajari dan Allah berikan.
• Rasa ikhlas saat membaca doa sebelum belajar tentunya dapat membawa ketenangan dalam diri anda saat anda memulai untuk mempelajari suatu ilmu tertentu.
• Membaca doa juga di harapkan agar apa yang anda pelajari bisa mendapatkan berkah dari Allah Subhanallahu wa ta’ala. Hal ini tentu saja bertujuan agar apa yang anda pelajari di dunia bisa menjadi bekal dan penambah manfaat anda saat di akhirat nanti.
• Membaca doa sebelum dan setelah belajar juga akan melatih diri anda agar menjadi diri yang lebih sabar dan disiplin. Sabar dalam hal ini juga tidak hanya dalam hal menuntut ilmu, namun juga menghadapi ilmu yang sulit untuk di cerna oleh diri anda.

Ilmu dalam hal ini bukan hanya ilmu tentang duniawi, namun juga ilmu tentang akhirat maupun ilmu tentang kehidupan. Setiap ilmu yang ada di dunia ini merupakan ilmu yang telah di karuniakan oleh Allah Subhanallahu wa ta’ala sebagai bekal manusia dalam menjalani tugas sebagai khalifah bumi yang cukup berat dan penuh tanggung jawab yang harus di pertanggung jawabkan kelak.

Seseorang yang hidup, maka pasti ia akan mengalami suatu pembelajaran di setiap pembelajarannya, sehingga merasa ataupun tidak anda sedang belajar, anda harus tetap selalu istiqomah terhadap pelajaran yang senantiasa di ajarkan oleh Allah Subhanallahu wa ta’ala. Oleh karena itu, rasa rendah hati dan ikhlas harus selalu di tanamkan dalam hati setiap manusia.

Maka daei itu dikala kalian akan melaksanakan belajar kalian harus mengutamakan membaca doa sebelum belajar, dan apabila anda sudah selesai dalam melakukan pembelajaran kalian juga wajib membaca doa sebagai mana doa di atas agar kalian bisa mendapat ilmu yang bermanfaat,dan bisa berbagi ilmu lagi pkepada orang lain, mudah mudahan doa ini bisa bermanfaat bagi kalian dan tidak ada salahnya jika doa ini di amalkan kembali oleh kalian agar orang yang belum tahu bisa jadi tahu dan doa ini jadi bermanfaat untuk semua orang.

Doa Ketika Kita Mendengar Orang Bersin Dan Adab Adabannya

Doa Dan Adab Adaban Ketika Kita Mendengar Orang Bersin - Manusia sangatlah lemah. Mereka terlahir tanpa memiliki pakaian, dengan kondisi badan yg sangat lemah, tidak memiliki akal yang kuat, penuh darah, menangis, dan seterusnya. Dalam perkembangan selanjutnya pun, mereka sering terjatuh, butuh waktu yang begitu lama untuk bisa berjalan dan berlari. Mereka pun sering lupa, sering susah memahami suatu hal, dan seterusnya. Sungguh, manusia benar-benar sangat lemah, hanya berusaha dan berdo’a yang bisa mereka lakukan.

Di antara bentuk lemahnya manusia yang lain adalah, mereka mudah bahkan sering terkena penyakit. Mulai yang berat hingga yang ringan seperti bersin-bersin. Nah, khusus untuk masalah bersin ini, ternyata ada do’anya yang bisa kita amalkan saat bersin, dan ada juga do’a saat mendengar orang bersin. Bagaimana do’a tersebut?Hmm.. agak ribet ya? Jadi intinya begini, ketika Anda bersin, maka di anjurkan untuk membaca doa, sedangkan orang yang mendengar Anda bersin, orang tersebut juga dianjurkan untuk mendoakan (Anda) yang bersin, dan bagi orang yang bersin menjawabnya dan/atau berdoa kembali.

Nah, sudah paham kan maksudnya. So, mulai saat ini kalau Anda mendengar orang bersin hendaknya berdoa, dan apabila Anda yang bersin juga dianjurkan untuk membaca doa. Dan berikut adalah lafadz bacaan doa ketika bersin dalam bahasa Arab, latin dan artinya.

ADAB-ADAB BERSIN
1. Hendaknya orang yang bersin untuk merendahkan suaranya dan tidak secara sengaja mengeraskan suara bersinnya. Hal tersebut berdasarkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا عَطَسَ غَطَّى وَجْهَهُ بِيَدِهِ أَوْ بِثَوْبِهِ وَغَضَّ بِهَا صَوْتَهُ.

“Bahwasanya apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersin, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menutup wajah dengan tangan atau kainnya sambil merendahkan suaranya.” [HR. Ahmad II/439, al-Hakim IV/264, Abu Dawud no. 5029, at-Tirmidzi no. 2746. Lihat Shahih at-Tirmidzi II/355 no. 2205]

2. Hendaknya bagi orang yang bersin menahan diri untuk tidak menolehkan leher (menekukkan leher) ke kanan atau ke kiri ketika sedang bersin karena hal tersebut dapat membahayakannya. Seandainya lehernya menoleh (menekuk ke kanan atau ke kiri) itu dimaksudkan untuk menjaga agar tidak mengenai teman duduk di sampingnya, hal itu tidak menjamin bahwa lehernya tidak cedera. Telah terjadi pada beberapa orang ketika bersin memalingkan wajahnya dengan tujuan untuk menjaga agar teman duduknya tidak terkena, namun berakibat kepalanya kaku dalam posisi menoleh.

3. Dianjurkan kepada orang yang bersin untuk mengucapkan alhamdulillaah sesudah ia selesai bersin. Dan tidak disyari’atkan kepada orang-orang yang ada di sekitarnya untuk serta merta mengucapkan pujian kepada Allah (menjawabnya) ketika mendengar orang yang bersin. Telah ada ungkapan pujian yang disyari’atkan bagi orang yang bersin sebagaimana yang tertuang dalam sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu:

اَلْحَمْدُ ِللهِ.

“Segala puji bagi Allah” [HR. Al-Bukhari no. 6223, at-Tirmidzi no. 2747]

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

“Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam.” [HR. Al-Bukhari di dalam al-Adaabul Mufrad no. 394, an-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 224, Ibnu Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.259. Lihat Shahihul Jami’ no. 686]

اَلْحَمْدُ ِللهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ.

“Segala puji bagi Allah atas segala hal” [HR. Ahmad I/120,122, at-Tirmidzi no. 2738, ad-Darimi II/283, al-Hakim IV/66. Lihat Shahih at-Tirmidzi II/354 no. 2202]

اَلْحَمْدُ ِللهِ حَمْدًا كَثِِيْرًا طَيِّباً مُبَارَكاً فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَ يَرْضَى.

“Segala puji bagi Allah (aku memuji-Nya) dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh ke-berkahan sebagaimana yang dicintai dan diridhai oleh Rabb kami.” [HR. Abu Dawud no. 773, al-Hakim III/232. Lihat Shahih Sunan Abi Dawud I/147 no. 700]

4. Wajib bagi setiap orang yang mendengar orang bersin (dan mengucapkan alhamdulillah) untuk melakukan tasymit kepadanya, yaitu dengan mengucapkan,

يَرْحَمُكَ اللهُ

“Semoga Allah memberikan rahmat kepadamu.”

Apabila tidak mendengarnya mengucapkan al-hamdulillah, maka janganlah mengucapkan tasymit (ucapan yarhamukallah) baginya, dan tidak perlu mengingatkannya untuk mengucapkan hamdallah (ucapan alhamdulillaah).[1]

5.Bila ada orang kafir bersin lalu dia memuji Allah, boleh berkata kepadanya:

يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ.

“Semoga Allah memberikan pada kalian petunjuk dan memperbaiki keadaan kalian.”

Hal ini berdasarkan hadits Abu Musa al-‘Asy’ari Radhiyallahu anhu, ia berkata:

كَانَ الْيَهُوْدُ يَتَعَاطَسُوْنَ عِنْدَ رَسُوْلِ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْجُوْنَ أَنْ يَقُوْلَ لَهُمْ يَرْحَمُكُمُ اللهُ، فَيَقُوْلُ: يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ باَلَكُمْ.

“Orang-orang Yahudi berpura-pura bersin di ha-dapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka berharap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudi mengatakan kepada mereka yarhamukumullah (semoga Allah memberikan rahmat bagi kalian), namun Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya mengucapkan yahdikumullaah wa yushlihu baalakum (semoga Allah memberikan pada kalian petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).” [HR. Ahmad IV/400, al-Bukhari dalam al-Adaabul Mufrad II/392 no. 940, Abu Dawud no. 5058, an-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 232, at-Tirmidzi no. 2739, al-Hakim IV/268. Lihat Shahih Sunan at-Tirmidzi II/354 no. 2201]

6. Apabila orang yang bersin itu menambah jumlah bersinnya lebih dari tiga kali, maka tidak perlu dijawab dengan ucapan yarhamukallah. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيُشَمِّتْهُ جَلِيْسُهُ، وَإِنْ زَادَ عَلَى ثَلاَثٍ فَهُوَ مَزْكُوْمٌ وَلاَ تُشَمِّتْ بَعْدَ ثَلاَثِ مَرَّاتٍ.

“Apabila salah seorang di antara kalian bersin, maka bagi yang duduk di dekatnya (setelah mendengarkan ucapan alhamdulillaah) menjawabnya dengan ucapan yarhamukallah, apabila dia bersin lebih dari tiga kali berarti ia sedang terkena flu dan jangan engkau beri jawaban yarhamukallah setelah tiga kali bersin.” [HR. Abu Dawud no. 5035 dan Ibnu Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 251. Lihat Shahiihul Jami’ no. 684]

Dan jangan mendo’akan orang yang bersin lebih dari tiga kali serta jangan pula mengucapkan kepadanya do’a:

شَفَاكَ اللهُ وَعَافَاكَ.

“Semoga Allah memberikan kesembuhan dan menjagamu.”

Karena seandainya hal tersebut disyari’atkan maka tentulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mencontohkannya.

7. Apabila ada orang yang bersin sedangkan imam sedang berkhutbah (Jum’at), maka ia harus mengucapkan alhamdulillah (dengan merendahkan suara) dan tidak wajib untuk dijawab yarhamu-kallah karena diam dikala khutbah Jum’at adalah wajib hukumnya.

8. Barangsiapa yang bersin sedangkan ia dalam keadaan tidak dibolehkan untuk berdzikir (memuji Allah), misalnya sedang berada di WC, apabila ia khilaf menyebutkan alhamdulillah, maka tidak wajib bagi kita yang mendengarkannya untuk menjawab yarhamukallah. Hal ini karena berdzikir di WC terlarang. [Lihat kitab Adaabut Tatsaa-ub wal ‘Uthas oleh ar-Rumaih]

[Disalin dari kitab Aadaab Islaamiyyah, Penulis ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani, Judul dalam Bahasa Indonesia Adab Harian Muslim Teladan, Penerjemah Zaki Rahmawan, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir Bogor, Cetakan Kedua Shafar 1427H – Maret 2006M]

Footnote
[1]. Berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَحَمِدَ اللهَ: فَشَمِّتُوْهُ فِإِنْ لَمْ يَحْمَدِ اللهَ فَلاَ تُشَمِّتُوْهُ.

“Jika salah seorang dari kalian bersin lalu mengucapkan alhamdulillah, maka hendaklah kalian mengucapkan tasymit (ucapan yarhamukallah) baginya, namun jika tidak, maka janganlah mengucapkan tasymit baginya.” [HR. Muslim no. 2992]

mohon maaf jika banak kesalahan karna saya juga manusia dan tolong baca dan amalkan lah doa ini karna kita sering mendengar orang bersin oleh karea itu kita harus mengetahui doa mendrngar bersin, mohon maaf jika terlalu singkat tapi kalian gak perlu cemas kalian bisa bertanya paa guru atau kawan yang sudah tau mengenai doa ini, kalian juga bisa cari artikel lain mengenai doa mendengar bersin sekian dari sayah.


Doa Ketika Mau Menjelang Waktu Subuh Dan 4 Amalan Sesuai sunnah

Doa Ketika Mau Menjelang Wktu Subuh Dan 4 Amalan Sesuai sunnah - Sudah kita semua ketahui bersama waktu sholat subuh iyalah diawali dari munculnya fajar sidiq, yakni cahaya putih yang melintang di ufuk timur. dan waktu sholat subuh berakhir setelah terbit matahari. dalam menyambut sholat shubuh juga ada doanya berikut ini adalah doa menjelang sholat shubuh beserta latin dan terjemahnya, karena muslim tidak jauh dengan yang nama-nyah berdoa mau melaksanakan apapun selalu di awaki dengan berdoa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terbiasa melafalkan berbagai macam wirid-wirid dan doa-doa, baik itu sebelum shalat ataupun sesudah shalat fardhu. Bacaan dzikir dan doa yang pernah dilafalkan beliau, merupakan tuntunan bagi umatnya agar dapat dilakukan. Setiap doa dan dzikir yang langsung bersumber dari Rasulullah, biasa disebut dengan doa ma’tsur atau dzikir ma’tsur.

Setelah kita melaksanakan shalat malam dan sudah menjelang masuk waktu subuh, selain dianjurkan memperbanyak zikir, tasbih, tahmid dan tahlil kepada Allah, kita dianjurkan untuk membaca doa bertikut;



اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ ضِيْقِ الدُّنْيَا وَضِيْقِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ

Allohumma inni a’uzu bika min dhiqid dunya wa dhiqi yaumil qiyamah.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesempitan dan kesempitan hari kiamat.”

Doa ini dianjurkan untuk dibaca sebanyak 10 kali. Ini berdasarkan hadis riwayat Ibnu Majah dari Syariq al-Hauzani, dia berkata;

دَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، فَسَأَلْتُهَا: بِمَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْتَتِحُ إِذَا هَبَّ مِنَ اللَّيْلِ؟ فَقَالَتْ: لَقَدْ سَأَلْتَنِي عَنْ شَيْءٍ مَا سَأَلَنِي عَنْهُ أَحَدٌ قَبْلَكَ، كَانَ إِذَا هَبَّ مِنَ اللَّيْلِ كَبَّرَ عَشْرًا، وَحَمَّدَ عَشْرًا، وَقَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَشْرًا وَقَالَ: سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ عَشْرًا وَاسْتَغْفَرَ عَشْرًا وَهَلَّلَ عَشْرًا، ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ ضِيقِ الدُّنْيَا، وَضِيقِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ عَشْرًا ثُمَّ يَفْتَتِحُ الصَّلَاةَ

“Saya masuk menemui Sayidah Aisya, kemudian saya bertanya; ‘Dengan apa Rasulullah Saw membuka ketika malam sudah mulai pergi?’ Sayidah Aisyah menjawab, ‘Sungguh kamu telah bertanya sesuatu yang tidak pernah ditanyakan sebelumnya oleh siapa pun. Ketika malam sudah pergi, Nabi Saw membaca takbir 10 kali, membaca tahmid 10 kali, membaca ‘Subhanallah wa bihamdihi’ 10 kali, membaca ‘Subhanal malikil quddus’ 10 kali, membaca tahlil 10 kali. Kemudian beliau membaca; ‘Allohumma inni a’uzu bika min dhiqid dunya wa dhiqi yaumil qiyamah’ 10 kali. Lantas Nabi Saw mulai melaksanakan shalat.’”

Ada beberapa amalan yang sangat mudah kita kerjakan dikala sebelum melaksanakan sholat subuh:

1.Melaksanakan sholat sunnat 2 rakaat sebelum subuh

Sholat ini tergolong sunnah,namun pahala dan keutamaannya lebih besar dari dunia dan seisinya,maka bagi muslim yang ingin dimudahkan dari siksa akhirat,sangat rugi jika tidak mengerjakan sholat sunnat ini:
Sebagai mana sabda rasul SAW,"dua raka'at fajar(sholat sunnah qobliyah subuh)lebih baik daripada dunia dan isinyah."(HR.MUSLIM NO. 725)

2.Dzikir diantara terbitnya fajar dan subuh

Beliau bersabda,"ucapkanlah:subhaanallah wabihamdihi, subhaanallah hiladim,sebanyak 100 kali

3.membaca al quran
4.baca doa bebelum adzan dan iqomah

Demikian yang bisa saya sampaikan mengenai doa menjelang subuh mudah mudahan bisa bermanfaat bagi kita semua dan alangkah baik na jika kita sudah mengetahui doa tersebut tidak ada salahnyah untuk kita amalkan kepada orang yang belum mengetahui doa tersebut kita juga bisa mendapat pahala lebih besar jika kita sering melaksanakan amalan amalan sebulum salat subuh dan kita akan mendapat pahala dari mengamalkan doa tersebut kepada orang lain.

Doa Masuk Dan Keluar Rumah Sesuai Sunnah Lengkap

Doa Masuk Dan Keluar Rumah Sesuai Sunnah Rasul Lengkap - Jika Anda sebagai seorang muslim dan akan pergi keluar rumah maka dianjurkan untuk berdoa terlebih dahulu. Dalam islam ada anjuran untuk membaca doa keluar rumah dengan benar sebelum bepergian.jika seorang muslim keluar dari rumahnya apalagi mau naik kendaraan, sangat diwajibkan membaca doa agar perjalanannya aman dan medapat perlindungan dari Allah SWT.

Doa keluar rumah sangat dianjurkan dan disunnahkan oleh nabi Sallallahuah alaihi wa sallam. jadi ketika Anda berdoa harus memperhatikan adab yang benar agar doanya sempurna.Doa ini sangat penting banget untuk Anda ketahui dan Anda praktekkan agar aktivitas atau perjalanan Anda di luar rumah mendapat perlindungan dari Allah SWT.

Nabi Sallallahu ‘alaihi wa Sallam mengajarkan kepada umatnya tentang adab, dzikir dan doa. Termasuk doa ketika keluar rumah atau ketika kembali kerumah sebagai rasa syukur telah kembali dengan selamat.
Berikut adalah 3 sunnah ketika akan keluar rumah.


1. Lakukanlah sholat dua rakaat sebelum keluar rumah

Dengan melakukan sholat sunnah dua rakaat termasuk perbuatan yang dapat membuat Anda terhindar dari kecemasan, kesulitan dan bencana.Hal ini berdasarkan kata-kata nabi:

“Jika kamu keluar dari rumah kamu dan melakukan sholat dua rakaat, maka akan melindungi kamu dari keburukan dan masalah di luar. Jika kamu memasuki rumahmu, lakukalah sholat dua rakaat, maka kamu akan terlindungi dari keburukan dan masalah di dalam.” HR. Al-Bazzar dalam sunannya
2. Membaca doa keluar rumah

Berikut bacaan doa keluar dari rumah yang disunnahkan oleh rossul.

Doa keluar rumah dalam bahasa arab

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Doa keluar rumah latin

“Bismillahi, tawakkaltu ’alallah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah”

Terjemahan arti doa keluar rumah

“Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.”
3. Mengangkat pandangan ke langit ketika membaca doa keluar rumah

Doa keluar rumah sesuai sunnah rossul

Selain menbaca doa, nabi juga menganjurkan jika akan keluar rumah terlebih dahulu memnadang ke langit dan membaca doa berikut.
Doa keluar rumah arab

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ
Doa keluar rumah arab latin

“Allahumma inni a-’udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya”

Terjemahan artinya doa keluar rumah

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari: aku tersesat, atau aku menyesatkan, atau aku tergelincir, atau aku digelincirkan, atau aku mendhalimi, atau aku didhalimi, atau kebodohanku atau dibodohi.”

Pertanyaan : Bolehkah kedua doa tersebut dibaca secara bersamaan?

Kata Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin, ”Tidak ada masalah jika seorang muslim ingin mengamalkan kedua doa diatas secara bersamaan.”

Atau jika Anda ingin mendengarkan ceramah yang lengkap membahas tentang doa keluar rumah beserta maknanya, bisa mendengarkan atau mendownloadnya pada link ceramah Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr.
4. Keluar rumah dengan kaki kanan terlebih dahulu

Setelah selesai membaca doa keluar rumah sesuai sunnah rossul dianjurkan dengan mendahulukan kaki kanan terlebih dahulu. Karena kaki kanan untuk melakukan segala urusan yang baik termasuk petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Adab dan Doa Masuk Rumah sesuai Sunnah Rossul

Sebagai umat islam yang senantiasa melaksanakan apa yang dicontohkan oleh nabi Muhammad ketika keluar rumah dan masuk rumah dengan melakukan adab yang dianjurkan.

Sesungguhnya di dalam islam sudah diatur sedemikian rupa dengan sempurna. Maka sempurnanya agama adalah agama islam yang sudah mengatur semuanya dan tertuang dalam kitab suci Al Qur’an.

Termasuk saat memasuki rumah juga ada adabnya yang sudah dicontohkan dan dianjurkan oleh Rosulullah.
Berikut adab masuk ke rumah
1. Dianjurkan mengetuk pintu terlebih dahulu dengan tidak terlalu keras

Dianjurkan bagi seorang muslim jika akan memasuki rumahnya agar mengetuk pintu dengan tidak terlalu keras, atau memencet bel pintu dengan tenang jika memang ada bel.

Tidak dianjurkan mengetuk pintu dengan keras atau mengetuk pintu rumah sambil memencet bel terus-menerus. Karena hal ini dapat mengganggu penghuni rumah.
2. Mengucapkan salam

Dianjurkan mengucapkan salam ketika mau masuk rumah. Dengan mengucapkan salam akan membuat penghuni rumah yang ada di dalam rumah tahu kalau ada orang yang ada di luar.

Selain mengucapkan salam bisa juga memberi isyarat dengan berdehem atau membuat suara dengan sandal atau sepatunya.

Imam Ahmad berkata, “Jika seorang laki-laki ingin masuk ke rumahnya, maka dianjurkan baginya berdehem atau mengentakkan sandalnya atau alas kakinya.”

Dengan mengucapkan salam tujuannya untuk saling mendoakan dan menyebarkan kasih sayang di dalam rumah, menambah keakraban antara seseorang dengan keluarganya serta mendapatkan keberkahan dan jaminan Allah.

3. Membaca doa masuk rumah

Setelah mengetuk pintu dan mengucapkan salam dianjurkan untuk mengucapkan doa masuk rumah.

Doa masuk rumah dalam bahasa arab

اَللّٰهُمَّ اِنِّىْ اَسْأَلُكَ خَيْرَالْمَوْلِجِ وَخَيْرَالْمَخْرَجِ بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

Doa masuk rumah latin

“Allahumma innii as-aluka khoirol mauliji wa khoirol makhroji bismillaahi wa lajnaa wa bismillaahi khorojnaa wa’alallohi robbina tawakkalnaa”

Terjemahan arti doa masuk rumah

“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu baiknya tempat masuk dan baiknya tempat keluar dengan menyebut nama Allah kami masuk, dan dengan menyebut nama Allah kami keluar dan kepada Allah Tuhan kami, kami bertawakkal”
4. Masuk dengan mendahulukan kaki kanan

Setelah selesai berdoa Anda bisa masuk rumah dan dianjurkan dengan mendahulukan kaki kanan dalam segala urusan adalah termasuk petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Demikian ulasan tentang doa masuk dan keluar rumah yang munkin Anda belum tahu. Selain mengucapkan doa yang benar agar Anda terlindungi selama berada di luar rumah juga lakukan sesuai dengan adab yang dianjurkan oleh nabi Muhammad SAW. Untuk mengerti dan paham tentang doa-doa mudah mudahan bisa bermanfaat bagi semua yang membaca nya.

Doa Memohon Ilmu Bermanfaat Dunia Dan Akhirat

doa memohon ilmu bermanfaat - Do’a termasuk diantara do’a yang dibaca pada dzikir pagi.Syaikh Abdurrazaq hafizhahullâh mengatakan bahwa orang yang merenungi do’a yang agung ini, dia akan dapati bahwa sangat tepat dan cocok membaca do’a ini diwaktu pagi setelah menunaikan shalat Shubuh. Karena pagi hari adalah permulaan hari dan seorang Muslim tidak memiliki keinginan lain kecuali meraih tujuan dan maksud agung yang disebutkan dalam hadits di atas.

Jika disadari, maka tentu hatinya akan semakin terfokus dan langkah-langkahnya semakin mantap.Beliau juga mengatakan bahwa membaca do’a ini bukan sekedar untuk menetapkan dan mengingat tujuan hidupnya tapi lebih dari itu yaitu membuktikan tadharru’nya dan ketergantuangnya kepada Allâh Azza wa Jalla.Do’a yang diajarkan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas menunjukkan bahwa ilmu itu ada dua, ada yang bermanfaat dan ada yang tidak bermanfaat; rezeki ada dua, ada yang baik dan ada yang jelek.

Sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam “amalan mutqabbalan” yang artinya amalan yang diterima menunjukkan bahwa tidak semua amalan ibadah yang dilakukan oleh hamba itu itu diterima. Yang diterima hanyalah yang dilakukan sesuai sunnah dan dilakukan dengan ikhlash. Oleh karenanya, hendaklah mewaspadai diri kita dan amalan kita.



Yang perlu kita ketahui bahwa ilmu terbagi menjadi ilmu yang wajib diketahui oleh setiap kita yaitu ilmu yang sifatnya fardu Ain, dan ilmu yang sifatnya kifayah atau cukup dipelajari oleh beberapa orang muslim saja selama kebutuhannya terpenuhi, Di samping itu juga ada ilmu ilmu yang bermanfaat dan ilmu ilmu yang tidak bermanfaat. Ada yang memang ilmu tidak bermanfaat secara umum seperti ilmu sihir dan perdukunan, ada juga ilmu yang bermanfaat bagi seorang muslim dan belum tentu bermanfaat bagi Muslim lainnya misalkan ilmu tentang kalkulus (matematika) tingkat tinggi bagi seorang muslim yang berprofesi sebagai koki. Karenanya kita perlu memilih ilmu mana yang harus kita pelajari dan ilmu mana Yang tidak perlu kita pelajari.

Karena bisa jadi yang kita pelajari tidak bermanfaat bagi kita walaupun bisa saja bermanfaat bagi orang lain. Bagaimana caranya agar kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan tidak menghabiskan waktu mempelajari ilmu yang tidak bermanfaat? Dari segi usaha tentunya kita harus apakah ilmu yang akan kita pelajari ini sesuai dengan kebutuhan kita atau tidak? Adapun dari segi panduan agama Islam, ada sebuah doa yang bisa kita panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar diri-Nya berkenan untuk memberikan kita ilmu yang bermanfaat dan menghindarkan diri kita dari ilmu ilmu yang tidak bermanfaat, doanya sebagai berikut:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta ilmu yang bermanfaat setiap selesai shalat subuh dengan berdoa kepada Allah Ta’ala,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

“Ya Allah … aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thayyib, dan amal yang diterima.” (HR. Ibnu Majah no. 925. Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani.)

Demikian juga, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon perlindungan dari ilmu yang tidak bermanfaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ

“Ya Allah … aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak merasa puas, dan dari doa yang tidak didengar (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Dawud no. 1548, An-Nasa’i no. 5536, dan Ibnu Majah no. 3837. Hadits ini shahih.)

Syaikh ‘Abdurrahman bin Naashir As-Sa’di -rahimahullahu Ta’ala- menjelaskan bahwa ada empat macam ilmu yang tidak bermanfaat.

Pertama, ilmu yang 100% berbahaya, tidak ada manfaat sama sekali, atau minimal bahaya ilmu tersebut lebih besar dibandingkan manfaatnya (kebaikannya). Misalnya ilmu sihir. Contoh lain, seseorang belajar tentang kesesatan (berbagai aqidah atau pemahaman yang menyimpang), namun dia belum memiliki ilmu tentang kebenaran (‘aqidah shahihah). Seseorang membaca buku-buku yang mengandung kesesatan, padahal dia tidak memiliki “senjata” untuk melindungi dirinya.

Ke dua, sibuk mempelajari ilmu duniawi (ilmu pengetahuan) yang hukum asalnya adalah mubah, namun kesibukan tersebut menjadikannya lalai dari hal-hal yang bermanfaat untuk kehidupannya. Misalnya, kesibukan tersebut menyebabkan orang tersebut lalai untuk menghadiri shalat berjamaah bagi laki-laki tanpa ‘udzur (alasan yang dibenarkan syariat). Dalam kasus semacam ini, ilmu tersebut menjadi ilmu yang tidak bermanfaat.

Ke tiga, ilmu syar’i (ilmu agama), yaitu ilmu tentang Al-Qur’an dan As-Sunnah, namun tidak diamalkan. Sebetulnya dia mengenal ilmu agama, namun dia tinggalkan atau tidak diamalkan. Dia mengenal keburukan namun justru menerjangnya. Ilmu syar’i yang tidak diamalkan, hanya menjadi ilmu yang tidak bermanfaat.

Ke empat, menyibukkan diri dengan ilmu alam atau ilmu modern (seperti biologi, fisika, dan semisalnya) sehingga menyebabkan dirinya cuek dan berpaling dari mempelajari ilmu agama. Orang yang membatasi diri hanya mempelajari ilmu-ilmu alam tersebut, hanya akan menyebabkan pelakunya bingung dan terjatuh dalam kesombongan. Fenomena semacam ini bisa kita saksikan. Seseorang yang hanya sibuk mempelajari ilmu tersebut, bukannya bertambah keimanan kepada Allah Ta’ala, namun akhirnya menjadi pengingkar Tuhan (atheis).

Lalu apa ilmu yang bermanfaat? Menurut penjelasan beliau -rahimahullahu Ta’ala-, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu agama (yang diamalkan) dan ilmu yang mendukung untuk mempelajari ilmu agama tersebut, seperti ilmu bahasa Arab dan semacamnya. Demikian pula setiap ilmu yang bisa memperbaiki agama, dunia, dan akhlak manusia. Dengan syarat bahwa agama-lah yang menjadi pokok, sedangkan yang lain adalah tambahan dan penyokong untuk perbaikan agama seseorang.

Sekian pembahan saya mengenai doa memohon ilmu bermanfaat mudah mudahan manfaat bagi kita semua mohon maaf jika artikel ini terlalu singgkat silahkan kalian bisa cari artikel lain yng mengenai doa doa ilmu bermanfaat, mudah mudahan ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kalian dalam bidang doa doa, sekarang kita sudah tahu doa nyah marilah kita setelah melaksanakan sholat kita bisa nyempetin waktu sebentar untuk melapalkan doa.



Doa Mendapat Mimpi Buruk Sesuai Sunnah Lengkap

Doa Mendapat Mimpi Buruk Sesuai Sunnah Lengkap - Apakah mimpi itu?Dalam sabdanya, Rasulullah pernah menjelaskan:
“Mimpi itu ada tiga macam, yaitu mimpi yang baik sebagai berita gembira dari Allah, mimpi seorang muslim yang dialami oleh dirinya sendiri, dan mimpi sedih yang berasal dari setan. Jika salah seorang di antara kalian mengalami mimpi yang tidak disukai, janganlah menceritakannya kepada orang lain, bangunlah, kemudian shalatlah.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Menurut keterangan hadits di atas, mimpi itu ada tiga macam:

Mimpi dari diri sendiri (ungkapan jiwa).
Mimpi yang baik dan benar dari Allah.
Mimpi yang buruk atau batil dari setan.

Mimpi Dari Diri Sendiri

Mimpi yang datang dari diri sendiri, biasa dikenal dengan “si kembang tidur”. Mimpi jenis ini tidak mempunyai makna apa pun, selain daripada endapan dalam pikiran yang kemudian terbawa ke dalam mimpi. Mimpi demikian tidak dapat ditakwilkan.
Kita sedemikian terobsesi dengan sesuatu. Obsesi tersebut begitu kuat dalam memori kita sehingga muncullah hal ini dalam mimpi.
Contohnya:

Seseorang pemuda yang terobsesi menikahi seorang gadis jelita, sangat mungkin ia bermimpi menikah atau bertemu dengannya. Ini adalah mimpi yang bersifat fitriah atau alamiah.
Mimpi Baik



Adapun mimpi yang baik adalah mimpi yang berasal dari Allah sebagai kabar gembira dari-Nya.
Pada prinsipnya, mimpi yang baik itu bersumber dari aneka amal yang benar dan baik, dan mengingatkan akan aneka akibat dari berbagai urusan. Dari mimpi yang baik itu, muncullah aneka perintah, larangan, berita gembira, dan peringatan.
Dikatakan demikian karena mimpi yang baik merupakan sisa dan bagian dari kenabian, sebab ada nabi yang wahyunya berupa mimpi.
Dalam sebuah hadits diterangkan:

“Mimpi seorang mukmin merupakan satu bagian dari empat puluh enam bagian kenabian.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mimpi yang benar ini dialami manusia tatkala kondisi psikologisnya seimbang dan keadaan cuacanya sedang, seperti ditandai oleh bergoyangnya pepohonan hingga berjatuhannya dedaunan.
Mimpi yang benar ini tidak diawali adanya pikiran dan keinginan akan sesuatu sehingga kemudian muncul dalam mimpi. Kebenaran mimpi juga tidak ternodai oleh peristiwa junub dan haid.

Karena mimpi ini datangnya dari Allah, maka kita wajib mensyukurinya dan dianjurkan untuk menceritakannya pada orang lain sebagai wujud rasa syukur.

“Apabila salah seorang dari kalian melihat mimpi yang ia sukai, maka sesungguhnya ia datangnya dari Allah Swt, maka bertahmidlah (ucapkan Alhamdulillah) dan kabarkanlah mimpi baik tersebut (kepada orang lain).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengapa ketika bermimpi baik kita dianjurkan untuk menceritakannya pada orang lain?
Sebab, mimpi yang baik dengan pemberian nikmat dari Allah. Sedangkan Allah memerintahkan kita untuk menceritakan nikmat-nikmat-Nya. Dengan menceritakan mimpi tersebut, akan timbul kesan yang positif pada diri kita dan juga yang mendengarnya.
Mimpi Buruk

Adapun mimpi buruk atau batil adalah mimpi yang sumbernya dari setan.
Mimpi ini sengaja dibuat oleh setan dengan menampakkan hal-hal yang jelek agar seseorang dapat terkejut, sedih, atau bisa jadi hingga membuatnya sakit.Karena setan adalah musuh manusia, mereka menyukai apa yang dibenci oleh manusia.

Allah berfirman dalam Al Quran surah Al Mujaadilah ayat 10:

اِنَّمَا النَّجۡوٰی مِنَ الشَّیۡطٰنِ لِیَحۡزُنَ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ لَیۡسَ بِضَآرِّہِمۡ شَیۡئًا اِلَّا بِاِذۡنِ اللّٰہِ ؕ وَ عَلَی اللّٰہِ فَلۡیَتَوَکَّلِ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ

Artinya:

“Sesungguhnya, pembicaraan rahasia itu adalah setan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikit pun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal.” (QS. Al-Mujaadilah ayat 10).

Mimpi semacam ini merupakan permainan setan, sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa seorang laki-laki pernah berkata kepada Rasulullah, “Sesungguhnya, saya telah bermimpi (melihat) kepalaku telah terputus (dari badanku), lalu saya mengikutinya dari belakang.”

Maka Rasulullah mencelanya dan bersabda:

“Janganlah kamu ceritakan (kepada orang lain) permainan setan terhadapmu di dalam mimpi(mu).” (HR. Muslim).

Dianjurkan untuk membaca doa sebelum tidur agar dalam tidurnya dilindungi oleh Allah dan dijauhkan dari mimpi buruk.
Apa yang harus dilakukan ketika mendapatkan mimpi buruk?
Kita harus berlindung kepada Allah dari golongan setan! Itulah hal yang mesti dilakukan karena mimpi tersebut datangnya dari setan.

Allah berfirman dalam AL Quran surah Al A’raaf ayat 200:

وَ اِمَّا یَنۡزَغَنَّکَ مِنَ الشَّیۡطٰنِ نَزۡغٌ فَاسۡتَعِذۡ بِاللّٰہِ ؕ اِنَّہٗ سَمِیۡعٌ عَلِیۡمٌ

Artinya:

“Dan, jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan maka berlindunglah kepada Allah…” (QS. Al-A’raaf ayat 200).

Rasulullah telah mengajarkan melalui sabdanya:

“Apabila salah seorang dari kalian melihat mimpi yang ia benci, maka hendaknya ia meludah ke kiri sebanyak tiga kali dan berlindunglah kepada Allah dari kejahatan setan sebanyak tiga kali dan ubahlah posisi tidurnya posisi tidurnya dari posisi sebelumnya ke posisi lainnya.” (HR. Muslim).

Ada tiga hal yang diajarkan dalam hadits di atas jika mengalami mimpi buruk.
1. Meludah kearah kiri sebanyak tiga kali.

Meludah kearah kiri dimaksudkan untuk mencela setan dan menghinakannya.
2. Berlindung kepada Allah dengan membaca Doa.

Membaca doa ketika mimpi buruk atau ber-ta’awwudz dari kejahatan setan dan keburukan yang ia mimpikan sebanyak tiga kali.

Membaca ta’awwudz berfungsi untuk mengusir dan menjauhkan setan, memohon keselamatan kepada Allah dari keburukan dan tipu daya setan. Karena, tidak ada yang bisa mencegah keburukan setan, kecuali hanya Allah.

Adapun doa ketika mimpi buruk yang diajarkan Nabi Muhammad adalah sebagai berikut.
Doa Mimpi Buruk

Bacaan Doa Ketika Mimpi Buruk Arab

هُوَ اللهُ ، اَللهُ رَبِّيْ لَا شَرِيْكَ لَهُ. أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَمِنْ شَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ
Bacaan Doa Ketika Mimpi Buruk Latin

“Huwallahu, allahu rabbi, la syarika lahu. A‘udzu bikalimatillahit tammati min ghadhabihi wa min syarri ibadihi wamin hamazatis syayatini wa an yahdhuruni”
Arti Doa Mimpi Buruk

“Dialah Allah, Allah Tuhanku. Tiada sekutu bagi-Nya. aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemarahan-Nya, keburukan hukuman-Nya, kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan setan serta kehadiran mereka.”

Makna doa mimpi buruk ini adalah kita berlindung kepada Allah dengan lantaran kalimat-kalimat-Nya yang sempurna.

Kalimat yang sempurna yaitu kitab-kitab-Nya yang diturunkan kepada para utusan-Nya atau nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya yang sepi dari pertentangan dan perselisihan.
Berlindung dari kemarahan-Nya (kemurkaan-Nya terhadap orang yang mendurhakai-Nya), dari hukuman-Nya (siksa-Nya), dari kejahatan hemba-hamba-Nya (kejahatan dan kezhaliman penduduk bumi dan lainnya).
Juga berlindung dari godaan-godaan setan (bujukan, bisikan, tiupan, gangguan, serta fitnah, dan akidah yang rusak di dalam hati), dan dari kehadiran mereka (kedatangan dan keikutsertaan mereka dalam setiap urusan kita).

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan dan jeleknya mimpi-mimpi.” (HR.Ibnu Sunni).

Makna doa mimpi buruk adalah kita berlindung kepada Allah dari gangguan setan dan dari mimpi-mimpi yang jelek, yaitu mimpi buruk yang membuat kita terkejut, takut, gelisah, sedih, dan risau.
3. Mengubah posisi tidurnya ke sisi lain.
Apabila ketika mimpi buruk dalam tidurnya berbaring pada sisi kiri, maka dianjurkan untuk mengubahnya ke sisi kanan, begitu pula sebaliknya.Hal ini untuk membuang jauh-jauh mimpi buruknya untuk bisa digantikan dengan mimpi yang baik ketika merubah posisi tidurnya.

Jika Mimpi Buruk Jangan Ceritakan Mimpinya ke Orang Lain

Imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan:

“Hendaklah ber-isti’adzah dengan sepenuh keinginan, kehadiran hati, keheningan batin, dan kebenaran tawajjuh. Maka, tidak cukup hanya menggerakkan lisan saja.”

Ketika orang yang bermimpi melakukan tiga hal di atas, maka mimpi tersebut tidak akan membahayakannya.

Imam Nawawi berkata:

“Maknanya, Allah Swt akan menjadikan ini sebagai sebab keselamatannya dari hal yang dibenci dari mimpinya, sebagaimana Dia menjadikan shadaqah sebagai penjaga harta dan sebab terlolaknya bencana.”

Apabila hal-hal di atas telah dilakukan, namun mimpi buruk masih juga datang, maka hendaknya ia bangun, berwudhu, kemudian mengerjakan sholat sunnah.

Dan, janganlah ia menceritakannya kepada orang lain dengan mengatakan:

“Saya telah bermimpi begini dan begitu.”

Akan tetapi hendaknya ia menyembunyikan mimpi buruk tersebut, seakan-akan ia tidak pernah memimpikannya.

Rasulullah bersabda:

“Dan, apabila ia melihat (dalam mimpinya) sesuatu yang ia benci, maka janganlah ia menceritakannya kepada seorang pun, dan hendaknya ia bangun kemudian shalat.” (HR. Ahmad).

Perlu juga diingat bahwa terkadang mimpi buruk yang dialami bisa jadi merupakan tanda akan terjadinya peristiwa yang akan datang. Karena itu, kita diajarkan untuk berdoa dengan doa berikut :

“Aku berlindung dengan apa yang para malaikat Allah dan rasul-rasul-Nya berlindung dengannya, dari apa yang aku lihat dalam mimpiku ini, dari bencana yang akan menimpaku di dunia dan akhirat.” (HR. Dailami, Abdurrazzaq, Ibnu Abi Syaibah, dan Baihaqi).

Inilah doa di atas adalah doa dimana kita mendapat mimpi buruk, untuk menjaga agar kita di jauh kan dari mimpi buruk alangkah baik nya kita sebelum tirur membaca surat surat pendek terlebih dahulu lalu membaca doa sebelum tidur sedikit penjelasan dari saya ketika kita tertimpa musibah mimpi buruk mohon maaf jika terlalu singkat anda bisa cari artikel lain yang lebih lengkap mengenai doa ketika bermimpi buruk mohon maaf jika ada kesalahan sekian dari saya.