Bacaan sholat Lengkap Arti,Latin, Gerakan Dan Dalil Dalilnya

Bacaan sholat Lengkap Arti,Latin, Gerakan Dan Dalil Dalilnya - Rukun-rukun shalat yang beragam bisa kita kategorikan menjadi dua jenis, yakni rukun fi’li (perbuatan) dan rukun qauli (ucapan). Dalam pemaparan kali ini akan dijelaskan tentang rukun shalat yang berupa bacaan (qauli), sebagaimana telah kita pahami bersama, bahwa rukun yang berupa ucapan dalam shalat berjumlah lima, yakni membaca takbiratul ihram, membaca surat al-Fatihah, membaca tahiyyat akhir, membaca shalawat saat tahiyyat akhir, dan salam pertama.

Cara Mengerjakan Shalat
a. Berdiri Tegak Menghadap Kiblat
Berdiri tegak menghadap kiblat dan niat mengerjakan shalat. Niat shalat menurut shalat yang sedang dikerjakan, misalnya shalat shubuh dan sebagainya. (Niat shalat ialah didalam hati,


b. Takbiratul Ihram
Lalu mengangkat kedua belah tangan serta membaca “ALLAHU AKBAR"
Bacaan Takbiratul Ihram

أَللهُ أَكْبَر

Allâhu Akbar

“Allah Maha Besar”

Saat takbiratul ihram ini, tangan diangkat keatas, mulut mengucapkan “Allahu Akbar”, dan hati membisikkan niat. Ketiga hal tersebut dilakukan secara bersamaan.

c. Sedekap
Setelah takbiratul ihram kedua belah tangannya disedekapkan pada dada. Kemudian membaca do’a iftitah.

Membaca Doa Iftitah

Allahu Akbar kabiiraa wal hamdu lillahi katsiiraa wasubhanallahi bukratan wa ashiilaa.Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassa maawaati wal ardla haniifan musliman wama anaa minal musyrikiina.

Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wama maatii lillaahi rabbil ‘aalamiin. Laasyariikalahu wabidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.

Artinya : “Allah Maha Besar lagi sempurna Kcbesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya shalatku ibadatku, hidupku dan matiku semata hitnya untuk Allah Seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagi-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin.”

Bacaan Surat al-Fatihah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Bismillâhirrahmânirrahîm (1) Alhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn (2) Ar-Rahmânir Rahîm (3) Mâliki yaumiddîn (4) Iyyâka na’budu wa iyyâka nasta’în (5) Ihdinash shirâthal mustaqîm (6) Shirâthal ladzîna an’amta ‘alaihim ghoiril maghdzûbi ‘alaihim waladldlâllîn (7)

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan. Tunjukilah Kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Membaca Surat-Surat Pendek.

Ruku’
Selesai membaca surat, lalu mengangkat kedua belah tangan se­ tinggi telinga seraya membaca “ALLAHU AKBAR”, terus badannya membungkuk, kedua tangannya memegang lutut dan ditekankan antara punggung dan kepala supaya rata.
Setelah cukup sempurna bacalah tasbih sebagai berikut :
“SUBHAANA RABBIYAL’A — DZHIIMI WABIHAMDIHI ” 3 kali

I’tidal
Selesai ruku’, terus bangkit­ lah tegak dengan mengangkat kedua belah tangan setenlang telinga, se­ raya membaca sbb. :
“SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH”.
"RABBANAA LAKAL HAMDU MIL- USSAMAAWAATI WA MIL-UL ARDLI WAMIL UMAA SYI’TA MIN SYAITN BA’DU”.

Sujud
Setelah i’tidal terus sujud (ter­sungkur ke bumi) dengan meletak­ kan dahi kebumi, dan ketika turun seraya membaca “ALLAHU AKBAR”, dan setelah sujud mem – baca tasbih sbb.
“SUBHAANA RABBIYAL A’LAA WABIHAMDIHI” 3 kali.

Duduk Antara Dua Sujud
Setelah sujut kemudian duduk serta membaca “ALLAHU AKBAR” dan setelah duduk membaca :
"RABBIGHFIRLB WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNI WAHDINII WA’AAFINHWAFUANNII"

Sujud Kedua
Sujud kedua ketiga dan keem­ pat dikerjakan seperti pada waktu sujud yang pertama, baik caranya maupun bacaannya.

Duduk Tasyahud / Tahiyat Awal
Pada raka’at kedua, kalau sha­ lat kita tiga raka’at atau empat raka’at, maka pada raka’at kedua ini kita duduk untuk membaca
tasya- hud/tahyat awal, dengan duduk kaki kanan tegak dan telapak kaki kiri diduduki.
Bacaan tahiyyat akhir

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ

Attahiyyâtul mubârakâtush shalawâtut thoyyibâtu liLlâh, assalâmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warahmatuLlâhi wabarakâtuh, assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillâhish shâlihîn, asyhadu al-lâ ilâha illa-Llah, wa asyhadu anna muhammadar rasûlullah

“Segala penghormatan yang penuh berkah, segenap salawat yang penuh kesucian, (semuanya) adalah milik Allah. Salam padamu wahai para Nabi, beserta rahmat dan berkah Allah. Salam bagi kami, dan bagi hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”

Bacaan shalawat Nabi sesudah tasyahhud akhir

اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمّدْ

Allahumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammad

“Semoga Allah memberikan shalawat bagi junjungan kami, Nabi Muhammad”.

5. Salam pertama

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Assalâmu ‘alaikum warohmatullâh

Perhatikan dan praktekkan bacaan sholat wajib dan tata cara niat sholat wajib paling lengkap di atas. Lakukanlah sholat wajib tepat waktu setiap hari karena sholat merupakan kewajiban. Kewajiban melakukan sholat adalah kewajiban umat islam. Maka, lakukanlah dengan penuh keikhlasan