Doa Bacaan Sholat Tasbih Lengkap Doa Manfaat Dan Keajaiban

Doa Bacaaan Sholat Tasbih Lengkap Doa Manfaat Dan Keajaiban - Ada bermacam-macam sholat sunnah dalam islam salah satunya adalah sholat tasbih. Apa itu sebenarnya sholat tasbih? Sholat tasbih adalah sholat sunnah yang dilakukan dengan membaca tasbih ketika sholat. Dengan banyaknya bacaan tasbih yang kita baca, kita berharap bahwa Allah akan mengampuni dosa kita. Disebut sebagai sholat tasbih karena mengandung bacaan tasbih di dalam sholatnya.

Sholat tasbih memang tidak begitu diketahui oleh umat muslim sendiri karena sholat tasbih sendiri adalah sholat sunnah. Hukum sholat sunnah sendiri sebenarnya artinya adalah boleh dilakukan boleh tidak. Namun akan lebih baik lagi jika kita bisa melakukannya, karena selain mendapat pahala yang lebih kita jadi akan lebih dekat dengan Allah SWT dan memantapkan iman kita. Bahkan, Nabi Muhammad SAW saja menganjurkan kita atau umat muslim untuk melakukan sholat tasbih, karena terdapat beberapa manfaat, diantaranya:

Sholat tasbih merupakan solat sunnah 4 rakaat yang dimana dalam melaksanakan nya banyak sekali membaca kalimat tasbih"subhanallah wal hamdullilah wa laailaaha illa alloohu wallaahu akbar" setidak nya dalam melaksana kan solat ini menemukan sebanyak 300 kali baacan tasbih,yang tiap rakaat nyah terdapat 75 kali, bacaan tasbih dengan banyaknya bacaan tasbih tersebut maka sudah pasti ibadah sunnah ini memiliki keunggulan dan keutamaan beserta manfaat yang lebih di unggulkan terutama dari sisi pahala nyah.


Salah satu shalat sunnah yang dianjurkan oleh para ulama kita adalah shalat tasbih. Dinamakan demikian karena di dalam shalat tersebut banyak dibaca tasbih. Sebagian masyarakat muslim di Indonsia menjadikan shalat tasbih itu sebagai sarana untuk mendapatkan lailatul qadr di bulan Ramadhan. Untuk menjaring malam yang sangat mulia ini mereka melakukan shalat malam secara berjamaah di sepuluh malam terakhir Ramadhan dan shalat tasbih dipilih untuk menjadi sarananya.

• Menghapus dosa

Seperti sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Jika engkau melakukannya, Allah mengampuni dosamu: dosa yang awal dan yang akhir, dosa yang lama dan yang baru, dosa yang tidak disengaja dan yang disengaja, dosa yang kecil dan yang besar, dosa yang rahasia dan terang-terangan, sepuluh macam (dosa).”

• Menambah timbangan amal

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Ada dua kalimat yang keduanya ringan diucapkan di lidah namun memberatkan timbangan amal dan keduanya disukai oleh Allah, yaitu: Subhanallahi wa bi hamdihi subhanallahil azhim”(HR. Bukhari dan Muslim).

• Mempermudah menghadapi cobaan

Sholat tasbih dapat membantu kita dalam menghadapi masalah karena akan menangkan hati dan jiwa kita. Karena dengan kalimat tasbih yang kita baca, insyaalah Allah akan memberikan kemudahan.

Para ulama mendasarkan kesunnahan shalat tasbih pada sebuah hadits riwayat Abu Rafi’ di mana Rasulullah memberitahukan kepada paman beliau Abbas tentang tata cara dan berbagai keutamaan melakukan shalat tasbih. Dalam berbagai kitab fiqih yang menuturkan perihal shalat tasbih para ulama menyebut hadits yang cukup panjang tersebut. Meski dipandang sebagai hadits dlaif (lemah) namun para ulama Syafi’iyah seperti Abu Muhammad Al-Baghawi dan Abul Mahasin Ar-Rayani menetapkan kesunnahan shalat tasbih ini. Ini sebagaimana dituturkan oleh Imam Nawawi dalam Al-Adzkâr (Jakarta, Darul Kutub Al-Islamiyah, 2004, hal. 202).

Bila dilihat dari sisi keutamaannya para ulama memandang shalat tasbih memiliki keutamaan yang begitu besar sampai Imam As-Subki menyatakan bahwa tidaklah orang yang mendengar tentang keutamaan shalat tasbih namun ia meninggalkannya (tidak melakukannya) kecuali orang itu adalah orang yang merendahkan agama (lihat: Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm, Beirut: Darul Fikr, tt., hal. 203).

Adapun waktu pelaksanaan shalat tasbih dapat dilakukan kapan saja, baik siang hari ataupun malam hari, sepanjang tidak pada waktu yang dilarang untuk shalat. Hanya saja Imam Nawawi memiliki pendapat yang menyatakan adanya perbedaan dalam teknis pelaksanaan shalat tasbih di siang dan malam hari. Bagi beliau bila shalat tasbih dilakukan di malam hari maka akan lebih baik bila dilakukan dua rakaat – dua rakaat masing-masing dengan satu salam. Namun bila dilakukan di siang hari maka bisa dilakukan dua rakaat satu salam atau langsung empat rakaat dengan satu salam. Dalam kitab Al-Adzkâr-nya beliau menyatakan:

فإن صلى ليلاً فأحبّ إليّ أن يسلّم في ركعتين؛ وإن صلّى نهاراً، فإن شاء سلّم، وإن شاء لم يسلم

Artinya: “Bila shalat dilakukan di malam hari maka lebih kusukai bila bersalam dalam dua rakaat. Namun bila di siang hari maka bila mau bersalam (pada dua rakaat) dan bila mau maka tidak bersalam (di dua rakaat).

” Lalu bagaimana tata cara melakukan shalat tasbih? Ibnu Hajar Al-Haitami di dalam kitabnya Al-Minhâjul Qawîm menuliskan:

و صلاة التسبيح وهي أربع ركعات يقول في كل ركعة بعد الفاتحة والسورة: سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر، زاد في الإحياء: ولا حول ولا قوة إلا بالله خمس عشرة مرة وفي كل من الركوع والاعتدال وكل من السجدتين والجلوس بينهما والجلوس بعد رفعه من السجدة الثانية في كل عشرة فذلك خمس وسبعون مرة في كل ركعة

Artinya: “dan (termasuk shalat sunnah) adalah shalat tasbih, yaitu shalat empat rakaat di mana
dalam setiap rakaatnya setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya membaca kalimat subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar—di dalam kitab Ihyâ ditambahi wa lâ haulâ wa lâ quwwata illâ billâh—sebanyak 15 kali, dan pada tiap-tiap ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan duduk setelah sujud yang kedua masing-masing membaca (kalimat tersebut) sebanyak 10 kali. Maka itu semua berjumlah 75 kali dalam setiap satu rakaat.” (Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm, Beirut: Darul Fikr, tt., hal. 203)

Dari penjelasan Ibnu Hajar di atas dapat disimpulkan tata cara pelaksanaan shalat tasbih sebagai berikut:

1. Pada dasarnya tata cara pelaksanaan shalat sunnah tasbih tidak jauh berbeda dengan tata cara pelaksanaan shalat-shalat lainnya, baik syarat maupun rukunnya. Hanya saja di dalam shalat tasbih ada tambahan bacaan kalimat thayibah dalam jumlah tertentu.

2. Setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya, sebelum ruku’ terlebih dahulu membaca kalimat subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar (selanjutnya kalimat ini disebut tasbih) sebanyak 15 kali. Setelah itu baru kemudian melakukan ruku’.

3. Pada saat ruku’ sebelum bangun untuk i’tidal terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali. Setelah itu baru kemudian bangun untuk i’tidal.

4. Pada saat i’tidal sebelum turun untuk sujud terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian sujud.

5. Pada saat sujud yang pertama sebelum bangun membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian bangun untuk duduk.

6. Pada saat duduk di antara dua sujud sebelum melakukan sujud kedua membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian melakukan sujud yang kedua.

7. Pada saat sujud kedua sebelum bangun membaca tasbih sebanyak 10 kali.

8. Setelah sujud yang kedua tidak langsung bangun untuk berdiri memulai rakaat yang kedua, namun terlebih dahulu duduk untuk membaca tasbih sebanyak 10 kali. Setelah itu barulah bangun untuk berdiri kembali memulai rakaat yang kedua.

1. Waktu mengerjakan sholat tasbih
Sebenarnya sholat tasbih dapat dilakukan kapan saja, namun ada beberapa ketentuan diantaranya: Tidak boleh dilakukan ketika munculnya matahari yaitu setelah sholat subuh dan sebelum duhur.
Tidak boleh dilakukan ketika matahari terbenam yaitu setelah sholat ashar.
Jika dilakukan siang hari atau sesudah sholat duhur, dianjurkan untuk mengerjakan 4 rakaat dengan satu salam.
Jika dilakukan pada malam hari, dianjurkan untuk melakukan sholat tasbih sebanyak 4 rakaat dengan dua salam.
Tidak dilakukan secara berjamaah.

2. Tata cara sholat tasbih

1. Membaca Niat أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى
2. Takbiratul ihram
3. Membaca do'a iftitah
4. Membaca surat Al-fatihah
5. Membaca surat Al-qur'an
6. Ruku' dan membaca doa ruku'
Dilanjutkan dengan membaca tasbih sebanyak 10 kali

7. I'tidal dan membaca bacaan I'tidal
Dilanjutkan dengan membaca tasbih sebanyak 10 kali

8. Sujud dan membaca bacaan sujud
Dilanjutkan dengan membaca tasbih sebanyak 10 kali

9. Duduk diantara dua sujud dan membaca doanya
Dilanjutkan membaca tasbih sebanyak 10 kali

10. Sujud untuk yang kedua kali
Dilanjut dengan membaca tasbih sebanyak 10 kali

11. Berdiri mengerjakan rakkat yang kedua (tetap mengulangi bacaan seperti yang dilakukan pada rakaat pertama)

12. Duduk Tasyahud akhir
Pada saat duduk tasyahud akhir, membaca tasbih dilakukan terlebih dahulu sebelum membaca doa tasyahud akhir sebanyak 10kali.

13. Salam

Untuk pengerjaan rakaat sholat tasbih dilakukan dengan cara yang sama seperti di atas dan menyesuaikan waktu. Jika dilakukan
siang hari maka sebanyak 4 rakaat dengan satu salam dan jika malam hari dilakukan sebanyak 4 rakaat dengan dua salam.

Deikian ulasan tentang bacaan doa solat tasbih mohon maaf jika terlalu singkat tapikalian gak perlu bingung karena masih banyak tentang doa tata cara manfaat dan lain sebagai nya itu juga ada di artikel tentang bacaan solat tasbih mohon maaf jika ada kekeliruan cukup sekian dari saya mudah mudahan bisa menambah wawasan dan pengetahauan kalian.